Kupon Merdeka Sarapan Tak Bisa Ditukar, Panitia Hanya Sebut Jadi Bahan Evaluasi

Sekda Kabupaten Magetan Welly Kristanto saat dikonfirmasi usai upacara HUT RI ke-81 (foto: Blok-a.com/Nanda Bagoes)
Sekda Kabupaten Magetan Welly Kristanto saat dikonfirmasi usai upacara HUT RI ke-81 (foto: Blok-a.com/Nanda Bagoes)

Magetan, blok-a.com – Persoalan penukaran kupon dalam program Merdeka Sarapan di Kabupaten Magetan masih menyisakan keluhan dari masyarakat. Sejumlah warga sebelumnya mengaku kecewa karena kupon yang telah mereka pegang tidak dapat ditukarkan dengan makanan.

Kondisi tersebut terjadi karena kuota makanan gratis di sejumlah stan telah habis. Padahal, warga datang dengan membawa kupon yang sebelumnya dibagikan dalam program Merdeka Sarapan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Persoalan itu pun menjadi sorotan karena adanya kupon tidak sepenuhnya menjamin warga mendapatkan makanan. Bahkan, dalam pelaksanaannya ditemukan makanan yang masih tersedia di sejumlah pedagang, sementara kuota penukaran kupon di stan tersebut sudah dinyatakan habis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Welly Kristanto yang juga sebagai Ketua Panitia HUT RI Pemkab, saat dikonfirmasi, menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi panitia.

“Sebagai evaluasi dari panitia,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi via whatsapp, Kamis (20/8/2026).

Merdeka Sarapan Magetan Tuai Kekecewaan, Warga Tak Bisa Tukar Kupon Karena Porsi Terbatas

Namun, jawaban singkat tersebut belum menjelaskan secara rinci mengenai penyebab ketidaksesuaian antara jumlah kupon dengan ketersediaan makanan di lapangan.

Belum diketahui pula apakah panitia akan melakukan evaluasi terhadap jumlah kupon yang dibagikan, pembagian kuota pada masing-masing pedagang, maupun mekanisme penukaran agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Padahal, program yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut membutuhkan mekanisme distribusi yang jelas. Terlebih, kupon yang sudah diberikan kepada warga semestinya diikuti dengan kepastian mengenai hak yang dapat diperoleh pemegang kupon.

Keluhan warga ini menjadi catatan bagi panitia untuk memperbaiki pelaksanaan program serupa. Evaluasi diharapkan tidak hanya berhenti pada pernyataan, tetapi juga diikuti perbaikan mekanisme sehingga masyarakat tidak kembali mengalami kondisi serupa. (nan)

Exit mobile version