KOTA BATU – Terkait dengan beredarnya isu diduga ada satu santri yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihak Al Izzah International Islamic Boarding School di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu akhirnya angkat bicara. Pihaknya membenarkan hal itu dan mengonfirmasi jika santri tersebut telah dinyatakan sembuh dan kembali ke rumahnya.
Koordinator Satgas Covid-19 Al Izzah, Aziz Effendy mengatakan telah melaporkan hal tersebut ke Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Batu. Hal ini terkait adanya satu santri yang dinyatakan positif Covid-19. Meskipun begitu, pihaknya telah menjalankan protap kesehatan sesuai SOPnya.
“Memang benar ada saat ini yang bersangkutan berada di Surabaya. Namun kami telah menjalankan prosedur kesehatan sesuai SOP sebelum santri tersebut masuk ke wilayah pondok,” jelasnya, Selasa (1/9).
Aziz mengatakan, pada tanggal 20 Agustus, orang tua si anak menghubungi pihak sekolah yang ingin menjemput anaknya yang sakit. Pada 22 Agustus kemudian si anak dibawa pulang dan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Keesokan harinya, yakni pada tanggal 23 Agustus, anak tersebut dinyatakan positif Covid-19.
“Tiga hari berikutnya, tepat pada 26 Agustus, anak tersebut menjalani cek darah lengkap dan hasilnya normal. Untuk memastikan, dilakukan swab kedua pada Jum’at, 28 Agustus. Hasilnya negatif,” ujar Aziz.
Lebih lanjut, Aziz mengatakan, pihak Al Izzah telah melakukan tracing kepada mereka yang berkontak erat dengan anak tersebut. Tracing pertama, dilakukan kepada 3 anak yang mendiami kamar bersama saat di asrama. Hasilnya negatif. Tracing diperluas dengan melakukan rapid tes kepada santri yang satu angkatan dengan si anak. Hasilnya pun non reaktif.
“Kami rapid tes dengan ambil sampel darah di lengan, di aliran venanya. Biar valid hasilnya. Dan semua menunjukkan non reaktif,” tutur Aziz.
Ia mengatakan, Al Izzah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para santri selalu dicek suhu tubuhnya setiap pagi dan sore. Serta dilakukan cek saturasi untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah.
“Kalau di bawah 95 persen harus diwaspadai. Jadi kami betul-betul memperhatikan kondisi kesehatan anak. Kalau anak mengalami keluhan langsung kami konsultasikan dengan dokter dan perawat yang ada di sini,” ucap dia.









Balas