Perwakilan Jemaah Desak Pemkot Malang Tambahkan Kursi Guru Agama Budha

Jemaah Virhara Vajra Bumi Kartanegara saat melakukan pertemuan dengan Wali Kota Malang pada Kamis (4/01/2023).(blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Jemaah Virhara Vajra Bumi Kartanegara saat melakukan pertemuan dengan Wali Kota Malang pada Kamis (4/01/2023).(blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, blok-a.com – Jumlah guru agama Budha di Kota Malang masih tergolong rendah. Perwakilan jemaah mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) untuk tambahkan kursi guru.

Menurut data yang ada di laman resmi Direktorat Jendral Bimas Budha RI, per bulan Oktober Tahun 2022, menyebutkan Kota Malang memiliki 4 guru agama Budha Non PNS.

Hal yang sama disampaikan oleh satu jemaah Vihara Vajra Bumi Kartanegara, Hadi Prianto.

“Tempo hari ada 4, terus ada yg pensiun, yang kedua almarhum. Jadi kami mohon Pemkot adakan formasi untuk pengangkatan PNS untuk guru agama Budha,” tuturnya saaat ditemui awak media seusai silaturahmi bersama Wali Kota, Rabu (4/01/2023).

Menganggapi hal tersebut, sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ahmad Taufiq Kusuma mengatakan pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Pemkot untuk menambahkan formasi guru agama Budha.

“Kami akan membuat tekomendadi tertulis sebagai bahan tambahan kebijakan untuk pemkot, karena umat beragama harus menerima pelajaran agama yang sama,” tutur Ahmad Taufiq.

Namun, hal tersebut tentunya perlu diperhatikan kembali terkait kualitas calon guru.

Semisal, dari ijazah serta persyaratan lainnya untuk memenuhi kepantasan pemenuhan calon guru agama Budha.

“Kalo itu sudah memenuhi kelayakan pasti nanti akan kami rekomendasikan ke Pemkot terkait masalah layanan pendidikan anak-anak SD, SMP, SMA yang beragama Budha,” pungkas Ahmad Taufiq.(ptu/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com