Kota Malang, blok-a.com – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang akan mendistribusikan 3 ribu porsi makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa SD, SMP, dan SMA di wilayah Malang mulai 3 Februari 2025.
Program ini melibatkan pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan sebelumnya sempat ditunda untuk memastikan kesiapan fasilitas sesuai standar.
Kapten Laut (T) Didik Kurniawan, Kepala Urusan Pengamanan dan Penggalangan Sintel Lanal Malang, mengungkapkan bahwa seluruh peralatan dapur telah siap, namun pelaksanaan diundur atas permintaan BGN.
“Kami sudah siap sejak awal, tetapi tim survei dari BGN meminta pelaksanaan diundur menjadi 3 Februari. Ini untuk memastikan semuanya berjalan sesuai standar,” katanya.
Ia menerangkan, distribusi makanan akan mencakup lebih dari tiga sekolah setiap hari, bekerja sama dengan Dinas Potensi Maritim untuk menentukan penerima manfaat.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Potensi Maritim untuk menentukan data sekolah dan siswa yang menjadi penerima manfaat,” terangnya.
Sementara itu, Kapten Laut (T) Arista Yudianto, Kepala Satuan Perbekalan (Kasatbek) Lanal Malang, menjelaskan bahwa beberapa peralatan pendukung, seperti ompreng dan alat pengemasan, baru tiba pekan lalu. Hal ini menyebabkan kebutuhan waktu tambahan untuk persiapan. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa dalam radius 1,5 kilometer dari Lanal Malang.
“Ompreng dan alat packing sempat terlambat datang. Baru pekan lalu alat-alat tersebut tiba, sehingga kami membutuhkan waktu tambahan untuk persiapan,” ujarnya.
Proses memasak akan dimulai tengah malam setiap hari, dengan distribusi makanan dilakukan pada pagi harinya menggunakan mobil boks. Menu makanan disiapkan berdasarkan arahan BGN, mencakup protein seperti ayam, telur, dan ikan, serta sayur, buah, dan susu. Susu akan diberikan tiga kali seminggu, yaitu pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.
“Kami juga sudah survei bahan makanan dari distributor lokal untuk memastikan kualitasnya,” jelas Kapten Arista.
Meskipun program ini sudah dipersiapkan dengan baik, masih terdapat kendala seperti penyediaan cold storage dan tambahan alat masak untuk mempercepat proses. Namun, Kapten Arista optimistis bahwa semua kebutuhan akan terpenuhi seiring berjalannya waktu.
“Ini baru tahap awal. Ke depan, kami akan terus melengkapi fasilitas agar program berjalan lancar,” pungkasnya.









