Persiapan DLH Kabupaten Malang Jelang Lebaran, Volume Sampah Diprediksi Meningkat

Tumpukan sampah di TPA Talangagung Kabupaten Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Tumpukan sampah di TPA Talangagung Kabupaten Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang bersiap mengantisipasi penumpukkan sampah jelang Lebaran.

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrohman memprediksi, ada peningkatan volume sampah di sejumlah titik di Kabupaten Malang. Jelang Lebaran ini, volume sampah bakal meningkat di pasar-pasar Kabupaten Malang.

“Untuk menjaga momentum Lebaran dan juga persiapan jelang Lebaran ini berkaitan dengan konsumsi masyarakat pasti meningkat, terutama di pasar ini cukup meningkat sebelum lebaran,” jelasnya ke blok-a.com.

PT Taspen Sebar Kebaikan, Berikan Paket Sembako ke 75 Petugas Sampah DLH Kabupaten Malang

Untuk itu, Afi, sapaan karibnya, menjelaskan, pihaknya nanti menjelang hari mendekati Lebaran menambah tenaga petugas kebersihan sampah.

Dia mencontohkan, saat ini jika di pasar hanya satu RIT per hari, maka jelang Lebaran bakal dua RIT per hari.

RIT sendiri ialah perjalanan truk pengangkut sampah menuju lokasi dan pulang dari lokasi untuk mengangkut sampah. Sementara itu, sekitar 224 petugas sampah dan juga sopir truk disiagakan selama periode Lebaran tahun 2025 ini.

“Biasanya kan contohnya satu RIT, itu kita siapkan dua tambahan (RIT),” jelasnya.

Afi sendiri menjelaskan, upaya ini dilakukan agar tidak ada lagi penumpukkan sampah yang terjadi beberapa waktu lalu di Pasar Lawang.

Sementara Plt Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kabupaten Malang Dedik Tri Basuki menjelaskan, permasalahan penumpukkan sampah di pasar ini memang menjadi fokus DLH Kabupaten Malang saat ini.

Hal ini dikarenakan adanya peristiwa penumpukkan sampah di Pasar Lawang beberapa waktu lalu yang saat ini sudah dibereskan.

DLH Kabupaten Malang Atur Kenaikan Volume Sampah Selama Liburan Nataru

Dedik menjelaskan, penumpukan sampah itu sendiri dikarenakan adanya warga yang juga turut membuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Penumpukan sampah di Pasar Lawang disebabkan karena yang seharusnya TPS tersebut menampung sampah dari pedagang tapi juga ada sampah dari warga yang dibuang ke TPS tersebut sehingga volume sampah meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, produksi sampah di Kabupaten Malang per hari 1226 ton. Angka ini diprediksi bakal meningkat jelang Lebaran.

DLH Kabupaten Malang pun berupaya mengurangi jumlah sampah yang cukup besar itu dengan peran masyarakat, bank sampah, dan TPS3R di sejumlah kecamatan.

“Dengan capaian reduksi kurang lebih 12 persen (dari 1226 ton),” tutupnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com