Perjalanan Wonosantri Bikin Kopi Lemar yang Meningkatkan Perekonomian Petani di Singosari

Sekretaris Wonosantri Ali Machrus membawa sertifikat kopi Lemar di MCC, Sabtu (4/3/2023)
Sekretaris Wonosantri Ali Machrus membawa sertifikat kopi Lemar di MCC, Sabtu (4/3/2023)

Kabupaten Malang, blok-acom – Petani tak lagi identik dengan cangkul. Petani masa kini adalah mereka yang bisa mengoptimalkan produk pertanian dengan teknologi.

Hal itu disampaikan Ali Machrus pemuda asal Desa Toyomarto Singosari Kabupaten Malang.

“Petani itu mas kalau sekarang bukan lagi terkenal akan cangkul. Sekarang kan ada laptop, teknologi. Jadi sekarang itu petani ya bisa mengoptimalkan hasil pertanian,” kata dia.

Machrus adalah founder sekaligus Sekretaris Wonosantri.

Wonosantri adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kecamatan Singosari yang terkenal akan kopinya yakni Lemar alias Lembah Arjuno.

Kopi Lemar adalah jadi pemicu Machrus meningkatkan produksi dan kualitas kopi yang ditanam petani di Kecamatan Singosari.

Sebab Kopi Lemar ini sudah dua kali juara kopi nasional. Kopi Lemar ini pun ia sebut sebagai kopi spesialti.

“Ini kopi yang spesialis. Karena sudah dua kali juara kejuaraan kopi nasional jadi ini kopi spesialti,” ujarnya, Sabtu (4/3/2023) di Pra Grand Launching MCC.

Kopi Lemar sendiri menjadi spesialti karena banyak dedikasih yang diberikan untuk membikin kopi itu.

Nilainya di kejuaraan kopi nasional itu, kata Machrus adalah 80 ke atas. Penilainya pun memang sudah ekspert dalam hal perkopian.

“Yang membuat ini juara karena teknik menanamnya terus rasanya asamnya itu keluar semua,” kata dia.

Untuk mendapatkan kopi Lemar sendiri memang tidaklah mudah. Ada proses yang harus dilalui.

Proses itu salah satunya adalah mensortir biji kopi. Biji kopi yang dipilih hanya merah.

Petani kopi di Lembah Arjuno pun ikut diedukasi oleh Machrus terkait pemilihan biji itu.

“Contohnya itu kan kayak ada biji 4 ton. Untuk kopi Lemar ini menjadi satu ton. Karena seleksi bijinya harus merah. Hijau gak dipakai,” kata dia.

Dengan cara yang diupgrade seperti itu, petani di Singosari pun ikut belajar bagaimana memproses kopi yang berkualitas.

Machrus pun tidak hanya mengedukasi saja para petani itu. Dia juga meningkatkan penghasilan para petani di Singosari.

Sebab kopi Lemar ini sendiri dijual seharga Rp 350 ribu per satu kilogram. Harganya relatif mahal namun rasanya juga berkulitas.

“Jadi masih ada pasarnya. Satu tahun itu bisa memproduksi berton-ton kopi. Karena ada sejumlah kafe yang membeli produk kami,” tuturnya.

Kopi Lemar Tak Hanya Jual Kopi, Tapi juga Wisata

Kopi Lemar sendiri mampu menjadi pundi-pundi bagi sebagian warga Singosari khususnya Desa Toyomarto.

Machrus tak merasa puas dengan membuat kopi yang berkualitas.

Dia ingin petani tidak hanya berpenghasilan dari kopi.

Ide pun muncul. Karena kopi Lemar sudah terkenal dan mulai banyak yang tertarik.

Dia membuat sebuah trip perjalanan yang disebutnya Edukopi Trip Lemar.

Petani Kopi Singosari Wonosantri (blok-a/bob)
Petani Kopi Singosari Wonosantri (blok-a/bob)

Trip perjalanan itu memfasilitasi masyarakat umum agar tahu pembuatan Kopi Lemar dari menanam, memanen dan memproses hingga menjadi secangkir kopi berkualitas.

Trip itu pun bertempat di Lembah Arjuno langsung. Setiap pengunjung akan mendapat guide dan akan menjelaskan satu per satu dengan jelas bagaimana kopi diproses di lahan pertaniannya langsung.

“Jadi bisa tahu langsung bagaimana kopi berkualitas itu dibuat dan istilahnya menjadi petani langsung,” ujarnya.

Untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu itu tarifnya cukup murah yakni Rp 450 ribu per orang.

“Dan ada pula yang hanya pengenalan di kelas itu lebih murah yakni Rp 88 ribu,” ujarnya.

Terbaru Wonosantri kini bekerjasama dengan MCC. Masyarakat yang ingin mengetahui kualitas kopi Lemar tidak perlu jauh-jauh ke Lembah Arjuno di Singosari.

“Cukup ke MCC kami juga akan ajari cara cupping dan jenis-jenis kopi,” kata dia.

Trip ini pun cukup menarik antusiasi masyarakat. Machrus menjelaskan, yang tertarik ke trip itu adalah mahasiswa-mahasiswa bahkan hingga dinas-dinas.

“Terjauh itu dari Malaysia mereka mahasiswanya tertarik dengan cara pembuatan kopi Lemar ini dan juga ada dinas-dinas dari Disporapar Kabupaten Malang dan Provinsi pun juga berkunjung ke kami,” ujarnya.

Mimpi Machrus pun belum usai. Dengan berkolaborasi dengan MCC ini dia mengenal beberapa perusahaan lainnya seperti pengembang aplikasi.

“Saya dan tim pun ingin menjajal start up,” tutupnya. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?