Penyebab Belasan Mahasiswa UB Histeria Massal Versi Psikolog

UB Histeria Malang
Universitas Brawijaya - Foto : Ajib Syahrian Noor

Kota Malang, blok-A.com – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) histeria massal pada salah satu rangkaian acara orientasi mahasiswa baru beberapa hari lalu.

Dalam rangkaian acara yang bertajuk Bina Karakter Mahasiswa (BKM), sebanyak 13 mahasiswa UB alami histeria massal.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Sub Bagain Humas dan Kerasiban, Kotok Guritno, pihaknya mengatakan akan melakukan pengawasan serta evaluasi lebih lanjut terkait permasalahan tersebut.

Kotok juga memberikan penjelasan kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu, dalam acara BKM yang digelar oleh Fakultas Kedokteran UB.

Dari kasus yang sedang ramai beredar, Dosen Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Fuji Astutik menjelaskan penyebab dari adanya histeria menurutnya.

“Penyebabnya bisa dari berbagai aspek, bisa karena lelah secara fisik dan psikologis, adanya traumatis yang belum selesai didalam dirinya, atau sedang berada dalam kondisi stress yang cukup berat, bisa jadi gabungan antara kelelahan secara fisik dan psikologis,” papar Fuji saat dikonfirmasi blok-A.com.

Bentuk dari histeria sendiri bermacam macam, menurut Fuji, biasa dengan kejang kejang, teriak – teriak atau marah – marah, bahkan bisa juga meracau diluar kendali.

Sedangkan untuk pencegahannya, Fuji mengatakan bisa dilihat dari penyebabnya terlebih dahulu.

“Jika disebabkan kelelahan fisik maka bisa mengurangi aktivitas, kalau penyebab nya psikologisnya maka yang harus dilakukan mengelola stress dengan cara yang tepat, seperti olahraga, menyalurkan hobi, sharing dengan orang terdekat dan lain sebagainya,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai perlu adanya dampingan secara psikolog atau psikiater untuk seseorang yang pernah mengalami histeria, Fuji mengatakan hal tersebut tergantung dari tingkatan permasalahannya.

“Tergantung situasi nya, jika memang dibutuhkan ya perlu, bergantung pada seberat apa tingkat permasalahannya dan kemungkinan untuk kambuhnya,” pungkasnya Fuji.
(ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?