Banyuwangi Blok A – Salah satu dari 14 pengunjung/pendaki Tempat Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dikabarkan hilang diperbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 20.30 malam.
Bahkan Polsek Licin sekitar pukul 21.45 malam tim gabungan menemukan sepasang sepatu warna hitam dengan sol putih. Namun penemuan sepasang sepatu masih diragukan kepemilikannya.
Kapolsek Licin, AKP Dalyono membenarkan kabar hilangnya salah satu pendaki Gunung Ijen.
“Kabar hilangnya pendaki itu, pada, Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 20.30 malam, bertempat di Paltuding TWA Kawah Ijen, Kecamatan Licin,” kata AKP Dalyono, Minggu (8/5/2022).

Dalyono menjelaskan, identitas orang hilang tersebut bernama Gafila Dabi Afdriani (19) warga Dusun Blawan, RT 4/RW 9, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso.
Lanjut Dalyono, menurut keterangan salah satu saki, Febri Radiansyah (18) tetangga korban menerangkan kronologis kejadianya adalah, korban bersama 13 orang lainnya naik ke Kawah Ijen sekitar pukul 02.00 dini hari sampai di puncak Kawah Ijen sekitar pukul 04.00 pagi, selanjutnya keempat belas orang tersebut berpencar, sedangkan yang bersangkutan bersama saksi satu.
“Dikarenakan tenaganya sudah tidak kuat lagi menahan hawa dingin dan perutnya sakit, sekitar pukul 05.00, saksi satu mengajak korban turun menuju Paltuding. Tapi korban menolak ajakan saksi satu, korban memutuskan naik ke Kawah Ijen, sedangkan saksi satu tetap menuju Paltuding,” terang Kapolsek Licin.
Lebih lanjut, Kapolsek Licin memaparkan, sekitar pukul 07.00 pagi, saksi satu sampai Paltuding, dan langsung menghubungi korban melalui telepon dan mengaku sudah pulang, dan sampai rumahnya.
“Saat korban dihubungi via tilp mengaku sudah pulang, saksi satu memutuskan untuk pulang,” paparnya.
Namun, sekitar pukul 10.00 siang, saksi satu dihubungi orang tua korban jika korban masih belum pulang. Saat handphone milik korban dihubungi masih aktif, tapi tidak diangkat.
“Saksi satu dan keluarga korban menunggu hingga pukul 20.30 malam, namun yang ditunggu tidak ada datang. Keluarga korban bersama saksi satu langsung melaporkan ke petugas jaga Paltuding TWA Kawah Ijen,” ujarnya.
Atas laporan tersebut, Polsek Licin langsung bergerak untuk menindak lanjutinya.
“Kami langsung melaporkan
kejadian ini ke pimpinan, mengumpulkan Baket, berkoordinasi dgn Ipda Komang Andika untuk lakukan pelacakan Hp korban yg masih aktif, kemudian berkoordinasi dengan BKSDA dan SAR Ijen untuk melakukan Pencarian maupun Evakuasi,” terangnya.
Dalyono menjelaskan, saat ini beberapa personil Polsek Licin, diantaranya Aipda Nurachmad, Hari Pranowo /851 Rescue Ijen, Ilham/851 Rescue Ijen, Inul Mmp Ijen, dan Mistari Trolli Ijen melakukan pencarian korban.
“Sabtu pukul 21.00 malam , Tim melakukan pencarian awal berdasarkan koordinat, dan dari hasil pelacakan Hp korban masih Aktif, kemudian pukul 21.40 malam, Tim menemukan Hp korban,” tandasnya.
“Tidak lama berselang, sekitar 5 menit kemudian, tepatnya pukul 21.45 malam tim menemukan sepasang sepatu warna hitam dengan sol sepatu warna putih. Tapi penemuan sepatu ini masih diragukan kepemilikannya,” imbuhnya.
Kapolsek Licin menambahkan, dikarenakan medannya cukup sulit, sekitar pukul 00.00 dini hari, tim melakukan koordinasi ulang, sambil melengkapi alat-alat yang dibutuhkan untuk proses evakuasi.
“Kita menunggu perkembangan selanjutnya,” pungkasnya. (Kuryanto)










Balas