Mojokerto, Blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pangan dan Perikanan (Disperkan) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Agenda ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (29/7/2026).
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu program strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi daerah. Serta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang masuk kategori rawan pangan.
Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto Mokhamad Riduwan melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Nur Aisah, S.P., M.P., mengatakan, pelaksanaan GPM di Desa Gunungan diprioritaskan karena wilayah tersebut termasuk dalam kawasan yang membutuhkan perhatian khusus terkait ketahanan pangan.
“Tujuan kegiatan Gerakan Pangan Murah ini adalah membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat masyarakat,” ujar Nur Aisah.
Ia menjelaskan, Kecamatan Dawarblandong memiliki empat desa yang masuk dalam kategori desa rawan pangan atau berada di zona merah berdasarkan peta ketahanan pangan Kabupaten Mojokerto. Karena itu, pemerintah terus melakukan intervensi melalui berbagai program, salah satunya Gerakan Pangan Murah.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya warga Desa Gunungan. Dengan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga di pasaran,” jelasnya.
Nur Aisah menambahkan, Gerakan Pangan Murah juga merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga Gerakan Pangan Murah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Mojokerto. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Gerakan Pangan Murah di Desa Gunungan secara resmi kami buka,” pungkasnya.
Berbagai Kebutuhan Pokok di Bawah Harga Pasar
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Komoditas yang dijual, antara lain tomat seharga Rp5.000 per kilogram, bawang putih Rp28.000 per kilogram, cabai rawit Rp48.000 per kilogram, cabai merah Rp26.000 per kilogram, bawang merah Rp26.000 per kilogram, serta gula pasir Rp15.500 per kilogram.
Harga tomat pada GPM tercatat mengalami penurunan dibandingkan harga sebelumnya yang berkisar Rp10.000 hingga Rp11.000 per kilogram. Sementara harga bawang putih mengalami kenaikan sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit juga mengalami kenaikan, sementara cabai merah relatif stabil.
Selain komoditas hortikultura, masyarakat juga dapat membeli beras premium dari PT Wilmar. Perwakilan PT Wilmar, Mufida, mengatakan beras premium kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp72.000. Ini lebih murah dibandingkan harga normal yang berkisar Rp75.000 hingga Rp80.000 per kemasan.
Sementara itu, Perum Bulog turut berpartisipasi dengan menyediakan 1,5 ton beras SPHP dan 60 liter MinyaKita atau setara lima dus. Beras SPHP dijual dengan harga Rp57.500 per kemasan 5 kilogram dam MinyaKita dijual Rp15.500 per liter. Namun pelanggan dikenakan pembatasan pembelian hingga maksimal dua liter untuk setiap warga.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, dan inflasi pangan dapat dikendalikan. Selain itu, agar kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di wilayah rawan pangan, dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara itu, Kepala Desa Gunungan, Sadi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya Dinas Pangan dan Perikanan, yang telah memilih Desa Gunungan sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya Dinas Pangan dan Perikanan, karena telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah di Desa Gunungan. Program ini sangat membantu masyarakat kami dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” ungkap Sadi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala, misalnya setiap tiga atau enam bulan sekali, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah yang masih tergolong rawan pangan.(Sya/adv)










Balas