Pemkab Malang Incar Cuan dari Retribusi Parkir Jembatan Kaca Gunung Bromo

Wisatawan ke Bromo Wajib Sertakan Hasil Rapid Test Antigen
Wisatawan Ke Bromo Wajib Sertakan Hasil Rapid Test Antigen

KABUPATEN MALANG – Kawasan Gunung Bromo sebentar lagi akan dipercantik. Rencananya bakal ada jembatan kaca.

Anggaran dari pembangunan tersebut berasal dari bantuan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Proses pembangunannya sampai saat ini masih dalam tahap menentukan titik lokasi pembangunan.

Sementara menunggu, Pemerintah Kabupaten Malang tengah mencari cara untuk mendapatkan pendapatan asli daerah dari pembangunan jembatan kaca itu.

Sebab, selama ini Pemerintah Kabupaten Malang tidak mendapatkan sepeser pun pendapatan dari ramainya pengunjung di Bromo. Semua pemasukan masuk ke TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara menjelaskan, kini pemerintah tengah memprospek pendapatan dari sisi retribusi parkir. Titik parkir pun akan dibuat di sekitaran jembatan kaca itu.

“Ya selama ini kami (Pemkab Malang) tidak pernah mendapat apapun. Meskipun Bromo ramai. Lah dengan adanya jembatan kaca ini. Kami coba buka titik parkir di sana dan nantinya dikelola kami sendiri. Dan dari sana kami juga akan dapat PAD,” kata ia.

Penambahan titik parkir ini sendiri sangat diperlukan Pemkab Malang untuk menopang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021. Pasalnya, Dishub Kabupaten Malang sendiri telah kehilangan sekitar 81 titik parkir pada tahun 2020 lalu.

Selain membuat titik parkir, di sekitaran jembatan, Made juga bakal membangun kios-kios pedagang oleh-oleh maupun makanan dan minuman.

“Nanti kami seragamkan semua dari bentuk kiosnya. Dan retribusi kios itu nantinya juga bisa menambah pendapatan dari Pemkab Malang,” tutur sosok yang juga menjabat Plt. Kepla Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang itu.

Sebagai informasi, rencana pembangunan jembatan kaca itu mencuat setelah Selasa (12/1) lalu. Bupati Malang, H.M Sanusi melakukan peninjauan titik lokasi untuk jembatan kaca itu.

Hasilnya kemungkinan besar akan dibangun di Dusun Jemplang Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

Sementara itu, jembatan tersebut akan dibangun di ketinggian 150 meter dengan panjang 100 meter hingga 200 meter.

Anggarannya sendiri termasuk dalam bantuan KemenPUPR ke Kabupaten Malang untuk membangun sejumlah proyek seperti jalan Tol Malang – Kepanjen, yakni Rp 9 Triliun.

 

Exit mobile version