Pasutri Asal Jabar Tinggal Di Kolong Jembatan, Ini Yang Dilakukan Polresta Banyuwangi

Anggota Polsek Kalipuro, Bripka Teuku R.D ketika menemui Amelia Nisa Fitri (f: istimewa)

Banyuwangi blok-a.com – Ingin merubah nasib dan memperbaiki ekonominya, Pasangan Suami Istri (Pasutri) Muhammad Dian Raja (20) dan Amelia Nisa Fitri (17) asal Jawa Barat rela meninggalkan kampung halamannya, merantau di Banyuwangi tanpa membawa bekal yang cukup, hidup serba kekurangan dan tinggal di kolong jembatan Sukowidi, hingga dia ditemukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Kalipuro Bripka Teuku R.D.

Amelia Nisa Fitri saat ini tengah mengandung 8 bulan anak pertamanya, perempuan asal Cianjur, Jawa Barat dengan perutnya yang buncit yang sebentar lagi akan melahirkan itu sedang meminta belas kasih (mengemis) di perempatan lampu merah Sukowidi, Kalipuro, Banyuwangi.

Ia pergi meninggalkan kampung halamannya hanya ingin merubah nasibnya, dan mencari kerja di kabupaten paling timur Pulau Jawa ini. Namun, impian untuk mendapat kerja tidak sesuai impiannya, mereka harus mengarungi hidup dikolong jembatan, dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari ia mengemis meminta belas kasih dari warga yang melintas di jalan tersebut.

Saat itu, anggota Polresta Banyuwangi yang berdinas di Polsek Kalipuro, Bripka Teuku R.D. melihat pasangan muda tersebut, lalu menghampirinya.

Kepada anggota Polsek Kalipuro, Muhammad Dian Raja menceritakan keluh kesahnya, hingga dirinya terdampar di Banyuwangi dan membangun rumah tangga dibawah kolong jembatan Sukowidi.

Hidupnya yang terlunta-lunta, penuh kemelaratan ini tidak sesuai harapan, namun Muhammad Dian Raja tidak putus asa untuk mencari kerja di daerah orang.

Melihat kondisi tersebut, Bripka Teuku R.D rela merogoh sakunya untuk menempatkan pasangan muda yang lebih layak, di tempat kos di daerah tersebut.

“Mereka sudah ditetapkan di rumah kos Barokah yang berada di lingkungan Kelurahan Sukowidi, Kalipuro,” kata Bripka Teuku.

Bripka Teuku menceritakan, saat dirinya mendatangi Pasutri itu, dia mengaku tidak memiliki apa-apa, untuk menyambung hidup mereka harus meminta belas kasih dengan cara mengemis di pertigaan lampu merah Sukowidi.

“Dengan perutnya yang buncit itu, Amelia rela berpanas-panasan, keringat yang membasahi tubuhnya, ia meminta belas kasih pengendara yang melintas di jalan raya itu,” ucapnya.

Apalagi, kondisi kehamilan Amelia sudah berumur 8 bulan, sebentar lagi akan melahirkan. Agar ibu dan anak yang dikandungnya sehat, Bripka Teuku R.D membawanya ke Puskesmas Klatak.

“Untuk memantau kesehatan ibu dan anak, kami bersama petugas Puskesmas selalu memantau dan sekaligus memberikan makan,” ujarnya.

Ditengah kesulitan ekonomi yang dihadapi Pasutri tersebut, Bripka Teuku menawarkan untuk diantar pulang ke Cianjur, Jawa Barat dengan biaya cuma-cuma. Tapi tawaran dari anggota penegak hukum itu masih di pikir-pikir oleh Muhammad Dian Raja.

“Pasutri itu masih-masih pikir, karena sang suami mendapat tawaran kerja di gudang Sukowidi. Selanjutnya, kami meminta KTP untuk di data di RT setempat,” tandasnya. (Gim)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com