Pandemi Bikin Gesekan Antar Pendukung Paslon Pilbup Malang Berkurang, Kok Bisa?

Kapolres Malang Akbp Hendri Umar Meninjau Persiapan Pilbup Malang
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar Meninjau Persiapan Pilbup Malang - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – Pelaksanaan Pilbup Malang 2020 diprediksi tidak akan memicu gesekan atau perseteruan antara pendukung pasangan calon (paslon).

Hal itu dikatakan oleh Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar seusai Apel Pasukan Pengamanan dan Simulasi Pemungutan Suara, Jumat (27/11) sore di area Stadion Kanjuruhan sore.

Hendri mengatakan dari analisa dan pantauan anggota Polres Malang tidak ada satu pun titik kerawanan yang berindikasi memunculkan gesekan antar paslon.

“Tidak ada (indikasi gesekan antar pendukung), selama ini cukup aman tidak ada titik atau kecamatan mana yang rawan konflik (antar pendukung paslon) itu,” kata ia.

Hendri pun berpendapat, tidak adanya titik rawan konflik antar pendukung paslon itu dikarenakan kampanye yang mematuhi protokol Covid-19.

“Jadi tidak ada gesekan antar pendukung. Semua kampanye kan terbatas dihadiri oleh beberapa orang saja. Pertemuan dibatasi apalagi ada zonasi kampanye per paslon. Jadi setiap kampanye selalu beda tempat antar satu paslon dan palson lainnya,” imbuh Hendri.

Meskipun begitu, Hendri mengaku akan mengantisipasi kemungkinan adanya konflik yang terjadi saat hari pemungutan suara nantinya atau tanggal 9 Desember mendatang.

“Kami siapkan 5000-an lebih personel (Polres Malang) yang tersebar di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com