Out of The Box, Kampoeng Mandiri Kedung Baruk Surabaya Berkibar

Teks: Suasana peninjauan kampung mandiri Kedungbaruk Surabaya, melihat dari dekat usaha UMKM, ecoprint hingga hidroponik.
Suasana peninjauan kampung mandiri Kedungbaruk Surabaya, melihat dari dekat usaha UMKM, ecoprint hingga hidroponik.

Surabaya, blok-a.com- Kampoeng Mandiri di RW V, Wisma Kedung Asem Indah, Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut Surabaya, memakai konsep out of the box.

Kampung Mandiri Kedung Baruk, Surabaya, ini sekaligus menjadi kampung pertama yang menginisiasi adanya Kampung Mandiri di Jawa Timur.

Indikator kemandirian desa ditentukan oleh Kemendes. Di Jawa Timur ini ada 1492 Desa Mandiri. Kalau Kampung Mandiri, ini inisiatornya baru RW 5 Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut Surabaya.

Yang mencuri perhatian, Kampung Mandiri ini diinisiasi dari mantan Kapolres Surabaya Timur yang kini jadi Pati Bintang Dua yaitu Inspektur Polisi Doktor Juansih, M.Hum.

Di sini ada fungsionalisasi di setiap petak lahan. Ada lapangan badminton, ada green school, ada budidaya ikan, ada hidroponik dan lainnya.

Ke depan kampung mandiri ini dapat terupgrade menjadi Kampung Devisa. Namun ada syarat tertentu terkait produk yang dihasilkan.

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengatakan kampung mandiri ini bisa naik kelas menjadi kampung devisa.

Disusul munculnya penawaran pembiayaan dari perbankan dan pendampingan produk UMKM berkualitas ekspor.

Kampung Kedung Baruk ini tentu menginspirasi bagi seluruh kampung-kampung lain di Jawa Timur dan bahkan di Indonesia.

Di sana terdapat green school, beberapa UKM dan home industri ecoprint.

Sementara itu, Ketua Program Kampoeng Mandiri RW V Wisma Kedung Asem Indah, Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut Kota Surabaya Didik Edi Susilo mengatakan, Kampung Mandiri ini diciptakan tak lepas dari campur tangan Gubernur Khofifah dengan idenya menginisiasi Desa Mandiri di Jawa Timur.

“Jejak ibu luar biasa, bermanfaat bagi masyarakat. Kalau nanti Desa Mandiri dan Kampung Mandiri bisa berpasangan, maka Jawa Timur akan menjadi daerah yang makmur,” ujarnya.

Didi menyatakan, warga Kampung Mandiri ini sudah siap menjadi mentor untuk menciptakan Kampung Mandiri se Jawa Timur.

Sehingga masyarakat setempat dapat mandiri dan meraih nilai tambah.

“Masyarakat maju mengikuti zaman. Swadaya masyarakat jadi tinggi. Kalau kami dibina Pelindo, sehingga tamu dari luar negeri singgah di tempat kami,” kata Didi.(kim/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?