Optimalisasi Desa Wisata, Kolaborsi antara Universitas dengan Masyarakat Desa Senggreng

Kabupaten Malang, blok-A.com – Potensi besar tersimpan di Kabupaten Malang salah satunya di Desa Senggreng Kecamatan Sumber Pucung.

Desa Senggreng memiliki potensi besar, dalam bidang desa wisata, perternakan, perikanan dan pertanian. Potensi tersebut didukung dari sumber daya air yang melimpah karena dekat dengan bendungan Sutami.

Tidak hanya itu, wilayah ini juga memiliki potensi besar dibidang wisata, seperti taman hiburan rakyat, pemancingan serta wisata aneka kuliner dari hasil budidaya keramba oleh sekelompok masyarakat Sumber Duren. Namun sayangnya proses budidaya tersebut tidak dijalankan dengan intensif.

Hambatan yang lain datang dari adanya pandemi, hal tersebut menghambat ketesediaan pakan buatan hingga akhirnya memperlambat pertumbuhan ikan hingga waktu panen dan ukuran ikan yang tidak maksimal.

Dari ada permasalahan tersebut, Tim Dokter Mengabdi dari Universitas Brawijaya berkolaborasi dengan praktisi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

Dari Tim Dokter Mengabdi yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Happy Nursyam, MS ini beranggotakan Dosen-dosen dari berbagai Fakultas di Universitas Brawijaya, seperti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Perternakan serta melibatkn mahasiswa FPIK.

Prof Happy mengatakan trobosan ini bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar untuk bangkit dari keterpurukan yang disebabkan adanya pandemi.

“Kolaborasi antara Tim Dokter Mengabdi dengan mahasiswa ini memiliki tujuan menginisiasi budidaya ulat hongkong sebagai pakan alternatif ikan dibudidaya Sumber Duren dan menggali potensi wisata di desa serta menemukan solusi dari pernasalahan yang ada,” papar ketua Tim Dokter Mengabdi.

Tim mahasiswa juga melibatkan anggota PokMas dalam proses budidaya ulat hongkong.

“Kami berkolaborasi menggali potensi wisata dan menemukan solusi permasahan di sekitar lokasi,” paparnya.

Sedangkan, menurut pengelolah tempat wisata, Nur Ali menyebutkan ikan ikan di bendungan hanya mendapatkan makanan dari alam saja hal tersebut yang menyebabkan pertumbuhan ikan tidak pesat.

“Hanya pakan alami yang dipilih karena memurut masyarakat pakan ikan cenderung mahal,” jelasnya.

Dengan demikian, Happy memutuskan untuk membudidayakan ulat hongkong sebagai pakan alternatif, menurutnya ulat kongkong juga kaya akan nutrisi untuk ikan.

“Tim mahasiswa dan anggota PokMas berkerja sama untuk pemeliharaan ulat hongkong sejak dalam fase telur hingga indukan,” jelas Happy.

Tidak hanya budidaya ulat hongkong, tim ini juga mengandakan pelatihan penyuluhan dengan tema Inisiasi Recovery dan Akuakultur berkelanjutan melalui pengembangan ulat hongkong terintegritasi budaya ikan air tawar di Daerah Wisata Senggreng dengan menghadirkan pemateri dan instruktur Pembudaya ulat hongkong.

Selanjutnya, tim ini mengoptimalisasi media sosial sebagai upaya branding dan promosi desa wisata untuk menarik pengunjung dari luar wilayah tersebut.

“Branding dan promosi penting dilakukan untuk memperkenaljan suatu produk, barang dan jasa termasuk tempat tujuan wisata,”

Dari kegiatan tersebut, Tim mahasiswa berharap dapat membantu dan menjadi jawaban atas permasalahan yang ada di desa Senggreng.

“Besar harapan kami Tim KKN DM mampu memberi solusi yang tepat dimana ulat hongkong sebsgsu pakan alternatif mampu meningkarksn nilai gizi ikan,” ungkapnya Naufal sebagau koordinator tim mahasiswa.

Ia juga akan terus melakukan pantauan secara berkelanjitan terhadap pembudidayaan ulat.

“Kami juga akan melalukan monitoring budidaya ulat kongkong agar nanti makan yang dihasilkan memiliki kualitas baik,” pungkasnya. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com