BLOK-A – Meski digelar secara virtual, nyatanya antusiasme penonton Pagelaran Seni Citra Smanti pada tahun ini rasanya tetap sama seperti saat digelar secara offline.
Virtual project PSCS Historia 2020 yang digelar malam ini, Sabtu (12/12) telah menampilkan talenta dari siswa-siswi SMAN 3 Malang. Sementara itu, Reality Club dan duo Feel Koplo menjadi musisi penutup dalam gelaran tersebut.
Reality Club menampilkan lagu Elastic Hearts dan Is It the Answer. Reality Club merupakan grup musik indie-rock yang digawangi oleh Fathia Izzati di posisi vokal. Ia juga dikenal sebagai YouTuber.
Lagu Elastic Hearts yang dilantunkan Fathia sendiri merupakan single yang terdapat di dalam album Never Get Better (2017). Lagu ini menceritakan tentang hati seseorang yang labil dan penuh ketidakpastian dalam hubungan bersama pasangannya.
“Elastic hearts, you bend but you don’t break / You stretch, you give an inch, and then you take back what was mine before,” lantun Fathia.
Usai Elastic Hearts, penampilan Reality Club dilanjutkan dengan lagu Is It the Answer. Lagu ini menceritakan tentang hubungan kedua orang yang salah satu dari mereka malah bermain-main dengan orang lain.
“I’m in love not because I want to / she’s become, something that I got to see / Won’t you just stick around with me?” penggalan lirik lagu Is It the Answer.
Penampil terakhir adalah duo Feel Koplo, yang ‘meracuni’ lebih dari 2000 penonton siaran langsung dengan remix lagu-lagu populer dengan nuansa dangdut, mulai dari lagu daerah Manuk Dadali hingga lagu Ariana Grande.
Tayangan di balik layar hingga persembahan “in memoriam” menjadi penghujung acara PSCS Historia 2020.
Dari konser virtual milik PSCS Bhawikarsu ini, menjadi bukti bahwa siswa-siswi sekolah di Kota Malang tetap dapat berkarya dan menampilkannya dengan konsep serta eksekusi yang matang.
Bravo for SMAN 3 Malang dan PSCS Bhawikarsu!










Balas