Mojokerto, blok-a.com – Layanan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) rute Mojokerto–Batu via Cangar kembali terhenti setelah sempat beroperasi selama sepuluh hari. Ketidakjelasan nasib layanan ini muncul di tengah pemulihan jalur pasca longsor besar yang menewaskan sepuluh orang, awal April lalu.
Armada yang dikelola Perusahaan Otobus (PO) Bagong itu sempat kembali jalan pasca dibukanya jalur Cangar selama 24 jam, namun kini tak lagi beroperasi.
“AKDP Mojokerto–Batu via Cangar sempat beroperasi setelah jalur dibuka, tapi sekarang belum beroperasi lagi,” kata Kepala Seksi Pengendalian Operasional UPT Pengelolaan Prasarana dan Pengendalian Lalu Lintas Angkutan Jalan (P3 LLAJ) Mojokerto Dinas Perhubungan Jawa Timur, Akhmad Yazid, Rabu (18/6/2025).
Menurut Yazid, penghentian layanan ini terjadi lantaran belum adanya keputusan resmi dari manajemen PO Bagong. Saat ini, seluruh armada minibus tersebut terparkir di Terminal Kertajaya Mojokerto, menunggu kejelasan operasional lebih lanjut.
“Masih belum tahu kapan akan jalan lagi. Kami menunggu perintah dari pimpinan,” ujarnya.
Yazid menjelaskan, selain alasan keselamatan, PO Bagong juga tengah melakukan evaluasi atas minat masyarakat terhadap rute ini. Pihak operator disebut masih melakukan survei kelayakan jalur dan animo penumpang sebelum mengambil keputusan.
“Memang sempat beroperasi sepekan lebih, tapi dihentikan lagi. PO Bagong masih melihat respons masyarakat dulu,” ujar Yazid.
Layanan AKDP Mojokerto–Batu dihentikan total sejak 3 April 2025, menyusul bencana longsor yang menimpa jalur utama di kawasan Cangar.
Longsor terjadi sekitar pukul 11.15 WIB setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 10.00 WIB. Material longsor dari tebing setinggi 50 meter menimbun badan jalan sepanjang 50 meter.
Dua kendaraan, masing-masing sebuah mobil pikap dan Toyota Kijang Innova Reborn, tertimbun material longsor. Sepuluh orang ditemukan meninggal dunia. Seluruh korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada keesokan harinya, Jumat, 4 April 2025.
Sebelum insiden, rute AKDP Mojokerto–Batu via Cangar dikenal cukup diminati wisatawan dan warga sekitar. Dengan tarif Rp40 ribu dari Mojokerto ke Batu dan Rp20 ribu dari atau ke Bundaran Pacet, angkutan ini melayani rute sejauh 57 kilometer.
Armada terdiri dari enam unit minibus, masing-masing berkapasitas 15 penumpang, dengan pola operasi tiga unit berangkat dan tiga unit kembali.
Adapun jalur yang dilalui adalah Terminal Kertajaya Mojokerto, Pasar Dlanggu, Kutorejo, Bundaran Pacet, Cangar, Bumiaji, hingga Terminal Batu.
Hingga kini, tak ada kepastian kapan armada akan kembali melayani penumpang.
“Masih survei dan evaluasi,” kata Yazid singkat.(sya/lio)









