KABUPATEN MALANG – Musim hujan telah dimulai. Potensi bencana pun banyak. Terutama untuk Kabupaten Malang yang daerahnya dekat laut dan dikelilingi gunung aktif.
Tsunami, banjir, tanah longsor hingga gempa bumi adalah sejumlah potensi bencana. Bencana itu disebut bencana hidrometeorologi atau bencana karena musim hujan.
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang pun bergerak cepat. Dikumpulkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Tujuannya untuk menyepakati cara penanggulangan bencana jika terjadi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh peralatan atau perlengkapan dan anggota rescue dicek. Kali ini tempatnya di Markas Kodim 0818 Bhaladika Jaya.
Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam bersama sejumlah kepala OPD Kabupaten Malang melakukan pengecekan dari traktor hingga mobil rescue.
“Hasilnya semua kami cek bagus dan berfungsi baik,” kata Ghulam seusai acara Apel Siap Siaga Bencana Hidrometeorologi.
Ghulam mengaku pengecekan peralatan ini biasa dilakukan setiap tahunnya. “Karena selalu ada potensi kan. Jadi cuma siap-siap aja untuk antisipasi,” kata ia.
Artinya, kata Ghulam, warga Kabupaten Malang tidak perlu khawatir. “Karena sudah kami siapkan bencana itu datangnya dari atas (Tuhan),” imbuh ia.
Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan juga menegaskan masyarakat Kabupaten Malang juga pasti sudah mempunyai pengetahuan ketika datangnya bencana hidrometeorologi.
Jadi, Bambang percaya warga Kabupaten Malang juga bisa mengevakuasi diri saat adanya bencana.
“Sudah paham mereka harus apa. Seperti tsunami. Kan mereka contohnya masyarakat pantai pasti sudah paham kalau ada Tsunami. Orang mereka kan orang pantai. Tapi kami sekali lagi hanya menyiapkan peralatan dan personel untuk antisipasi bencana,” tutupnya.










Balas