MUI Indramayu Sebut Ajaran Ponpes Al-Zaytun Tak Sesuai Syariat Islam

Ponpes Al-Zaytun Indramayu
Ponpes Al-Zaytun Indramayu (foto: Instagram/@alzaytun_indonesia)

Blok-a.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu Mohammad Satori menyebut bahwa ajaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun Indramayu tak sesuai dengan syariat Islam.

Seperti diketahui, belakangan ini nama Ponpes Al-Zaytun menjadi perbincangan publik lantaran beberapa ajarannya dianggap menyimpang dari syariat Islam pada umumnya.

Beberapa ajaran yang kontroversial itu diantaranya adalah mencampurkan jemaah laki-laki dan perempuan dalam satu shaf, perbolehkan satri berzina, perkenalkan salam Yahudi, dan lain-lain.

Banyaknya kontroversi Al-Zaytun bahkan membuat ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Indramayu Menggugat (FIM) melakukan demonstrasi di depan Ponpes Al-Zaytun pada Kamis (15/6/2023).

Menindaklanjuti hal tersebut, MUI Jabar pun membentuk tim khusus untuk mendalami kontroversi ajaran Ponpes Al-Zaytun. Tim tersebut terdiri dari Pemprov Jabar, MUI, Polda Jabar, hingga Kodam III Siliwangi.

Sementara itu, Ketua MUI Indramayu menyebut bahwa ajaran di Ponpes Al-Zaytun tidak sesuai dengan syariat Islam pada umumnya, mulai dari tata cara salatnya, puasanya, hingga hajinya.

“Pertama syariat yang dikembangkan Al Zaytun sangat tidak sama dengan tata cara peribadatan umat Islam pada umumnya, salatnya, puasanya, hajinya,” kata Ketua MUI Indramayu, M. Satori dalam video dikutip dari Beritasatu.com.

Lebih lanjut, Satori melarang masyarakat Kabupaten Indramayu untuk mengikuti pendidikan di Al-Zaytun. Sebab kata Satori, ada ketidaksamaan dalam akidah maupun cara pandang ibadah yang dilakukan Ponpes Al-Zaytun.

“Yang kedua kami menghimbau kepada masyarakat Indramayu khususnya, jangan ikut berpendidikan di Al-Zaytun sebab ketidaksamaan akidah, tidak ada kesamaan cara pandang dalam rangka beribadah, syariat-syariat yang dilakukan mereka (Al-Zaytun)” beber Satori.

“Dengan alasan agar jangan sampai terjadi kontradiksi dengan masyarakat dengan para orang tuanya dan sebagainya di Indramayu. Indramayu, daerahnya sudah tenang, jangan sampai diwarnai dengan hal-hal yang tidak berarti,” ujarnya.

(hen)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?