KOTA MALANG – Keberadaan sejumlah baliho yang menggambarkan sosok Habib Rizieq Shihab (HRS) ditemukan di beberapa lokasi di Kota Malang. Salah satunya di Jalan Kapten Piere Tandean, Kasin. Tepat di persimpangan jalan itu terpampang baliho ucapan milad ke-22 Front Pembela Islam (FPI) dan tulisan “Kami bersama IB Habib Muhammad Rizieq”.
Keberadaan baliho itu mengundang reaksi Ormas Malang Bersatu. Mereka tidak menginginkan baliho tersebut berada di Kota Malang. Bahkan Ormas Malang Bersatu secara bergiliran mendatangi Polresta Malang Kota, Kodim 0833 Kota Malang, DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang untuk meminta aparat kepolisian dan juga TNI serta pemerintah untuk mencopot gambar tersebut.
“Kami tidak ingin di Kota Malang ada pemasangan gambar atau foto orang, yang mengaku sebagai ulama atau tokoh agama tetapi justru menciptakan disintegrasi dan menciptakan kerenggangan antar anak bangsa. Kami minta bila ada pemasangan gambar atau foto tersebut, agar segera ditertibkan. Dan kami mendukung penuh TNI – Polri termasuk Satpol PP untuk menertibkan poster tersebut,” ujar Korlap Ormas Malang Bersatu, Dersi Hariono, Senin (23/11).
Dengan adanya pertemuan tersebut, ia berharap, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang langsung bergerak dan menindak bila ada yang memasang gambar atau foto tersebut.
“Karena kami melihat, bahwa di Kota Malang ada indikasi pemasangan gambar atau foto yang berisi provokasi perpecahan. Namun bila aparatur bergerak lambat, maka izinkan kami untuk bergerak sendiri melakukan penertiban. Karena kami ingin di Kota Malang tetap aman dan kondusif tanpa adanya ganguan dari luar,” tegas dia.
Dersi menguraikan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, dalam waktu dekat, imam besar FPI ini akan merencanakan roadshow menuju Jawa Timur, salah satunya termasuk wilayah Kota dan Kabupaten Malang.
“Kami menolak kehadiran mereka. Kami tidak ingin ujaran kebencian mengganggu kondusifitas Kota Malang. Malang sudah aman, damai jangan diganggu jangan diusik,” imbuh dia.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga memberikan pesan kepada orang ataupun ormas yang memiliki niat untuk melakukan aksi perpecahan bangsa.
“Bila mereka datang ke Kota Malang, maka kami dari Ormas Malang Bersatu siap menghadapi. Jangan sampai mereka mencoba merusak kerukunan dan toleransi di Kota Malang,” tandas dia.
Sementara Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona menambahkan, dalam kunjungan tersebut, pihaknya menerima Ormas Malang Bersatu yang menyampaikan aspirasinya.
“Mereka menyampaikan aspirasinya, terkait kondisi Kota Malang yang saat ini ada baliho, spanduk dan hal-hal yang mengarah ke provokasi,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Ormas Malang Bersatu meminta Kodim 0833 Kota Malang dan jajaran terkait untuk melakukan penertiban agar tidak ada kalimat provokasi yang ada di Kota Malang.
“Mereka ingin kondisi Kota Malang kondusif. Nanti, kami akan koordinasi dengan Forkopimda Kota Malang dan masih kami pantau sambil menunggu arahan pimpinan. Kami tidak bisa langsung bergerak, masih ada pimpinan diatas kami,” tandas dia.
Sedangkan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menambahkan, sampai saat ini, pihaknya masih menunggu arahan dari Kapolda Jawa Timur untuk melakukan berbagai upaya.
“Kami akan terus melakukan upaya-upaya. Kami juga masih menunggu arahan pimpinan. Kalau untuk mencopot poster dan baliho, itu tugas dan kewenangan dari Satpol PP. Kami dari Polri hanya mendampingi agar situasi aman saja,” pungkas dia.




