Jombang, blok-a.com – Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto memastikan bahwa pasokan dan harga pangan strategis, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng curah bersubsidi (MinyaKita), di Pasar Pon Jombang dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian ini diperoleh setelah tim gabungan melakukan pemantauan langsung ke lapangan pada Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan monitoring tersebut melibatkan Perum Bulog Mojokerto, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang, serta Satgas Pangan Polres Jombang. Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, turun langsung menyusuri lapak pedagang untuk mengecek ketersediaan stok dan memantau pergerakan harga.
Muhammad Husin menjelaskan, kehadiran tim di pasar bertujuan untuk memastikan bahwa komoditas pokok benar-benar tersedia hingga ke tangan konsumen akhir, bukan hanya aman di jalur distribusi gudang.
“Kami bersama Disdagrin dan Satgas Pangan Polres Jombang turun langsung untuk memastikan beras SPHP dan MinyaKita tersedia di pasar dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Muhammad Husin, Senin (7/9/2026).
Dalam pantauannya, petugas tidak hanya melihat dari kejauhan, tetapi juga berinteraksi dengan para pedagang untuk menggali kondisi real-time pasokan. Hasilnya, seluruh jenis beras mulai dari SPHP, premium, hingga beras khusus, serta MinyaKita terpantau tersedia dengan cukup di berbagai lapak.
“Pemantauan seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” imbuhnya.
Selain ketersediaan stok, aspek harga juga menjadi fokus utama pengawasan. Ipda Heru Prastyo, Kanit Tipidter Polres Jombang yang mewakili Satgas Pangan, mengungkapkan bahwa hasil pengecekan menunjukkan harga jual di pasaran masih berada di bawah batas wajar.
“Dari hasil pengecekan, untuk stok MinyaKita, beras SPHP, premium maupun beras khusus semuanya tersedia. Untuk harga juga masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga kondisi pasokan dan harga beras di Pasar Pon Jombang saat ini relatif aman dan terkendali,” jelas Ipda Heru.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah melalui Disdagrin, dan aparat keamanan. Sinergi ketiga pihak ini dinilai krusial untuk mencegah kelangkaan atau gejolak harga yang dapat merugikan masyarakat.
Para pihak sepakat untuk memperkuat kolaborasi guna memastikan distribusi berjalan lancar. Dengan demikian, masyarakat Jombang dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang terjamin.
Sementara itu, para pedagang di Pasar Pon menyambut baik adanya pemantauan rutin ini. Mereka berharap pasokan dari Bulog tetap lancar ke depan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan normal dan kebutuhan warga setempat terus tercukupi.(Sya)




