Kota Malang, blok-a.com – Pada tanggal 31 Juli 1947, terjadi pertempuran sengit di Jalan Salak, Malang, antara pasukan Pelajar Pejuang TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) dan Pasukan Belanda. Peristiwa ini dikenal sebagai Pertempuran Jalan Salak.
Pasukan TRIP, yang terdiri dari prajurit muda berusia 14-19 tahun, berjuang dengan semangat patriotik tinggi untuk mempertahankan kota Malang dari ancaman pendudukan Belanda.
Pembina Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Widyagama Malang (UWG), M. Ramadhana Alfaris mengatakan bahwa Menwa sebagai satuan di universitas khususnya UWG Malang harus mengenang para jasa pahlawan.
Hal ini penting untuk menanamkan nilai perjuangan dan menambah intelektual kognisi para anggota agar tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik.
“Hal ini untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan. Jadi selain Menwa ini dilatih secara fisik tapi ditambah dengan intelektual kognisinya,” terangnya.
Meskipun bersenjata seadanya, para Pelajar Pejuang TRIP tidak gentar melawan pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Pertempuran ini mengakibatkan gugurnya 35 orang Pelajar Pejuang TRIP.
Hal ini pun menjadi salah satu inspirasi perjuangan para pasukan Menwa UWG, Dimana kekuatan tekad para pelajar bisa menang melawan kekuatan senjata lengkap dan membantu mengusir para penjajah dari Malang.
“Kisah sejarah TRIP ada kemiripan dengan Menwa karena sama pelajar dan ada sisi militernya. Terlihat dari simbol gambar TRIP ada senjata dan pena. Pena ini yang melambangkan Pendidikan,” jelas sosok yang akrab disapa Rama tersebut.
Menyambung informasi tentang Sejarah pertempuran jalan salak, Setelah pertempuran berakhir, jasad para pahlawan tersebut dimakamkan secara massal di satu liang lahat dan diberi tanda batang pisang oleh masyarakat setempat.
Pada tahun 1959, makam tersebut dibenahi dan dijadikan Taman Makam Pahlawan, serta diresmikan pada Hari Pahlawan, 10 November 1959, dengan pemasangan prasasti yang ditandatangani oleh Presiden RI-1, Ir. Soekarno.
Sebagai penghargaan atas perjuangan mereka, nama Jalan Salak diubah menjadi Jalan Pahlawan TRIP oleh Pemerintah Kota Malang. Bahkan tanggal 31 Juli pun telah ditetapkan oleh Pemkot Malang sebagai hari besar daerah.









