Blok-a.com – Momen Hari Raya Idulfitri sering kali dimanfaatkan karyawan untuk berhenti atau keluar dari pekerjaannya. Fenomena ini terjadi hampir setiap tahun bahkan menjadi “tradisi” pasca Lebaran.
Berdasarkan data ManpowerGroup, turnover karyawan di Indonesia diperkirakan mencapai 23% pada tahun 2023. Angka ini sangat tinggi dan menunjukkan banyak karyawan yang berganti pekerjaan dalam kurun waktu satu tahun.
Belum ada data statistik resmi yang menunjukkan peningkatan jumlah pengunduran diri pasca Lebaran, namun fenomena tersebut bukanlah mitos belaka.
Berdasarkan berbagai survei dan laporan, banyak karyawan yang memutuskan berhenti dari pekerjaannya setelah Idulfitri.
Survei Jobstreet tahun 2023 menunjukkan 42% karyawan berencana pensiun setelah Idulfitri.
Praktisi Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus konsultan Audi Lumbantoruan mengatakan, banyak faktor yang menjadi motivasi para pekerja tersebut berhenti atau mencari pekerjaan baru usai Idulfitri.
Namun kondisi ini umumnya disebabkan oleh faktor internal (push faktor) dan faktor eksternal (pull faktor).
“Macam-macam (alasan karyawan resign setelah Lebaran) ya, karena orang pindah pekerjaan itu kan ada push dan pull faktor ya,” kata Audi, dilansir Rabu (17/4/2024).
“Push factor biasanya dia didorong karena kondisi internal perusahaan tidak cocok, hubungan dengan atasan dengan rekan kerja. Kalau pull factor biasanya ada tawaran atau peluang di tempat lain, ada ajakan (untuk pindah) gitu ya,” terangnya lagi.
Namun para pegawai yang sebenarnya ingin mengundurkan diri ini sengaja menunda pengajuan pengunduran dirinya hingga lebaran agar bisa menerima tunjangan hari raya (THR) terlebih dahulu. Dengan cara ini, mereka bisa lebih “persiapan” dan mempunyai simpanan saat mencari pekerjaan baru.
Di saat yang sama, banyak perusahaan yang akan menciptakan lapangan kerja baru setelah Idulfitri. Faktanya, banyak dari perusahaan-perusahaan ini yang merekrut pekerja karena banyak dari karyawannya sudah resign.
Sehingga setelah Lebaran akan banyak perusahaan yang merekrut lowongan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan para pekerja tersebut.
Para karyawan ini mungkin sebenarnya sudah lama ingin berganti pekerjaan atau sedang memikirkan lowongan di perusahaan lain, namun peluang itu baru muncul setelah Idulfitri.
Namun dengan adanya fenomena resign pasca lebaran dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi perusahaan, antara lain biaya perekrutan dan pelatihan yang tinggi, produktivitas menurun, hilangnya knowledge dan expertise. (mg5)
Penulis: Aulia Putri Indrianti (Mahasiswi magang Universitas Trunojoyo Madura)









