MALANG – Lampu hijau bakal diadakannya lagi sekolah secara tatap muka atau luring di Kota Malang menguat. Sinyal ini datang dari Wali Kota Malang Sutiaji. Menurutnya, wali murid dan siswa di Kota Malang sudah banyak yang menantikan dibukanya lagi sekolah untuk proses belajar mengajar.
Orang nomor satu di Kota Malang itu mengatakan masih menggodok peraturan kala ditanya kapan sekolah secara luring akan diadakan kembali.
“Ini masih kami siapkan, kita masih siap-siap. Ini masih oranye, InsyaAllah kalau nanti sudah ke kuning,” tukas Wali Kota Malang Sutiaji usai membuka acara di Hotel Sahid Montana I Kota Malang, Kamis (15/10).
Menurutnya, Kota Malang menunjukkan harapan baik dari kasus covid-19. Justru, ada wilayah yang sudah zero penambahan covid-19 harian. “Ada zona di Kota Malang yang sudah zero penambahan. Terakhir yang sudah nambah-nambah kemarin kan dari nakes aja itu,” tambahnya.
Kesiapan sekolah-sekolah dalam mengadakan sistem tatap muka sesegera mungkin disosialisasikan oleh Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kota Malang.
“Kita kan pakai polling. Pollingnya kemarin sudah jalan di SMPN 8, 74 persen menghendaki pakai luring, 20 persen dia menghendaki tatap muka dan selebihnya tidak setuju. Anak-anak, siswanya pun juga menghendaki segera tatap muka,” urai penyuka bulutangkis itu.
Polling yang diadakan di SMPN 8 kemarin diharap jadi percontohan dan hasilnya dari random sampling diharap jadi acuan Sutiaji agar Kota Malang bisa mengadakan kembali sekolah secara tatap muka di Kota Malang. “Polling itu kalau dibuat starting point, saya kira sudah mewakili semua (warga Kota Malang),” tandasnya.










Balas