Masuk Sekolah Jam 5 Pagi Ternyata Bisa Merusak Kesehatan Anak

Sekolah Pagi dapat merusak kesehatan anak
Ilustrasi foto pelajar

Blok-a.com – Selain menuai kritikan dari berbagai pihak, kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi yang dibuat oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, juga dapat merusak kesehatan anak.

Seperti diketahui, baru-baru ini, pemerintah provinsi (Pemprov) NTT mengeluarkan kebijakan yang meminta pelajar SMA dan SMK untuk masuk sekolah pukul 05.00 WITA.

Tujuan dibetuknya kebijakan ini diketahui untuk menata wajah pendidikan di NTT serta membiasakan siswa agar lebih disiplin. Beberapa sekolah di NTT pun ada yang sudah menerapkan kebijakan yang dibuat oleh Gubernur NTT.

Meski memiliki tujuan yang baik, kebijakan masuk sekolah terlalu pagi itu ternyata ditentang oleh berbagai pihak lantaran dapat merusak kesehatan anak.

Berikut dampak kesehatan jika anak masuk sekolah terlalu pagi:

1. Tidur Kurang Berkualitas

Jam masuk sekolah lebih awal diketahui dapat membuat siswa lebih tertekan untuk mendapat tidur yang berkualitas. Hingga akhirnya menyebabkan susah tidur.

Kualitas tidur yang baik akan mendukung proses otak yang sangat penting untuk belajar, pengawetan memori, dan pengaturan emosi.

Oleh karena itu, demi menghindari gangguan kualitas tidur pada anak sekolah, penting bagi sekolah dan orang tua memiliki kesadaran akan waktu belajar yang cukup ideal.

2. Bahaya Kurang Tidur Bagi Anak

Anak yang kurang tidur akan lebih cenderung lalai, impulsif, hiperaktif, dan menentang, sehingga bukan lagi berita baru bahwa remaja yang tidak mendapatkan cukup tidur tidak menonjol dalam bidang akademis dan perilaku.

Di samping itu, kurang tidur juga dikaitkan dengan risiko kolesterol tinggi dan obesitas di masa depan. Sebuah studi menemukan bahwa efek jangka pendek dari kurang tidur, seperti pilek dan flu, lebih sering timbul ketika anak tidur kurang dari tujuh jam.

3. Gangguan Pencernaan

Berikutnya, gangguan pencernaan. Siswa jadi jarang melakukan sarapan karena orang tua belum menyiapkan makanan lantaran anaknya berangkat terlalu pagi.

Akibatnya, siswa baru makan pagi rata-rata pukul 10.00 WIB dan makan siang pukul 15.00 WIB. Perubahan jadwal dan pola makan ini tentu akan mengakibatkan gangguan pencernaan.

4. Beresiko Gangguan Mental

Sebuah studi mengungkapkan bahwa remaja yang tidur rata-rata enam jam per malam dilaporkan tiga kali lebih mungkin untuk menderita depresi.

Hal itu tentu dapat membuat anak jadi ketergantungan pada obat-obatan antikecemasan dan obat tidur. Nantinya, efek dari penyalahgunaan obat-obatan ini memicu anak semakin cemas dan sulit tidur.

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com