Marak Manusia Silver di Jombang, Awas! Simak Bahayanya

whatsapp image 2022 12 25 at 11.59.50 (1)
Manusia Silver di Jombang sedang bekerja, Minggu (25/12/2022) (blok-a/Putu Ayu Pratama S)

blok-a.com – Manusia silver masih kerap kali terlihat di sudut Kota Jombang, simak selangkapnya bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari cairan pelumas tersebut.

Manusia silver sudah lama mengisi setiap sudut lampu merah di Jombang. Bahkan, beberapa diantaranya terlihat masih dibawah umur.

Salah satu pengendara di Jombang, Ardi Mahendra mengatakan pemandangan seperti ini lah yang kerap dilihat jika sudah memasuki wilayah Jombang kota.

“Sudah biasa manusia silver ada di sudut perempatan, kalau sudah nemu manusia silver berarti tandanya sudah memasuki wilayah Jombang,” terangnya pada Blok-a.com pada Minggu (25/12/2022).

Manusia silver sendiri yakni orang yang mengecat tubuhnya menggunakan warna silver. Biasanya mereka akan berdiri dengan bergaya mematung dan memegang kotak, untuk menampung sedekah dari pengemudi yang berhenti saat lampu merah.

Namun, taukah kalian bahwa pewarna tersebut membahayakan kesehatan tubuhnya jika digunakan secara terus menerus dengan jangka waktu yang panjang.

Cat yang biasa digunakan oleh manusia silver mengandung pewarna tekstil yang dapat beresiko tinggi pada kulit tubuh. Cat pewarna tersebut mengandung Paraphenylenediamine (PPD), yakni zat kimia yang menimbulkan warna jika bereaksi dengan oksigen. Bahan tersebut mudah meresap kedalam kulit bahkan sering menimbulkan iritasi yang berbahaya.

Efek yang ditimbulkan saat kulit tubuh terkena kandungan zat Paraphenylenediamine :

  1. Bitnik-bintik pada tubuh.
  2. Ruam merahan pada kulit.
  3. Rasa gatal dan panas pada tubuh.

Hingga menyebabkan kulit melepuh dan matinya jaringan kulit pada tubuh. Jika cat digunakan pada bagian yang sensitif seperti mata, hidung serta bibir dapat menyebabkan efek panas dan terbakar.

Kandungan cat itu juga akan mudah masuk ke peredaran darah pada tubuh, hingga beresiko masuk kedalam sistem saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru.

Sementara itu, penggunaan cat dengan jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kanker kulit karena zat memiliki sifat Teratogenik.

Adapun gejala awal peradangan pada kulit seperti :

  1. Kemerahan pada tubuh.
  2. Peningkatan suhu tubuh.
  3. Bahkan nyeri pada tubuh.
  4. Hingga terganggunya fungsi tubuh.

Dengan demikian, pemakaian cat itu sangat tidak disarankan untuk dioleskan pada badan manusia apalagi dalam jangka waktu yang panjang.

(ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?