Makna Seribu Lilin di Setahun Tragedi Kanjuruhan

Makna Seribu Lilin di Setahun Tragedi Kanjuruhan
Caption : Ribuan aksi masa melakukan doa bersama dengan menyalakan 1000 lilin dalam peringatan satu tahun tragedi kanjuruhan (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

 

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Keluarga korban kanjuruhan terus memanjatkan doa di peringatan malam setahun tragedi kanjuruhan. Doa setahun Tragedi Kanjuruhan tersebut diikuti dengan menyalakan 1000 lilin, pada Minggu (1/10/2023).

Terpantau ribuan masa mulai bergerak menuju titik kumpul di Lapangan Stadion Kanjuruhan sejak sore hari.

Bak lautan manusia, satu-persatu lilin juga mulai dinyalakan hingga membentuk angka #1, yang mana angka tersebut memiliki makna setahun Tragedi Kanjuruhan.

Salah satu panitia acara, Dadang Irianto mengatakan, kegiatan doa bersama ini dilakukan sebagai bentuk kepedulia kepada 135 nyawa yang tewas dalam insiden kelam 1 Okotober silam.

“Doa bersama bagi saudara-saudara kita korban tragedi Kanjuruhan pada hari Sabtu satu Oktober 2022 tepat hari ini hari Minggu kita kehilangan saudara kita 135, apapun mereka tetap saudara,” kata Dadang saat ditemui awakmedia usai melalukan doa bersama, Minggu (1/10/2023).

Lantunan doa dan sholawat terus digaungkan oleh aksi masa. Bersamaan dengan itu, ribuan lilin juga dinyalakan, membuat situasi doa bersama semakin khidmat.

Selain sebagai pencahayaan, Dadang menilai, lilin merupakan simbol penerangan. Dengan itu, ia berharap semangat dari keluarga korban dapat terus bercahaya dan tak pernah padam.

“Lilin adalah sebuah cahaya, memang lilin itu nantinya akan padam tetapi semangat kami mencari keadilan tentang usut tuntas itu tidak akan padam.

Selain untuk mendoakan korban yang telah gugur di kericuhan usai pertandingan laga Aremania FC vc Persibaya Surabaya, Dadang Holopes sapaan akrabnya, berharap doa bersama ini juga dapat memberikan titik terang bagi keadilan yang selama ini diperjuangkan keluarga korban.

“Harapannya keadilan bagi keluarga korban ada dan nyata. Walaupun pada eksekutor Danton sampai ketua Panpel sudah mendapatkan hukuman, tapi bagi kami bukan hanya dua tahun atau setengah tahun,” ungkapnya.

Tak cukup di situ, pada malam tepat satu tahun insiden kanjuruhan, ia juga berharap ada permintaan maaf dari pelaku yang menjadi dalang pembunuhan 135 nyawa.

“Kamu juga meminta tolong lah dari pihak pemerintah kepolisian bukalah, anda minta maaf kepada kami apa yang sebenarnya terjadi. Kami hanya ingin mengetahui itu saja. Motif menembak gas air mata itu apa? Dan kenapa harus malu bilang maaf? Kami bertanggung jawab kami mengakui salah dalam prosedur. Itu saja. Dan tidak ribet, keinginan Aremania tidak ribet,” ujarnya.

“Yang meninggal juga tidak bisa kembali lagi. Kita bagaimana pun yang meninggal tidak bisa kembali. Cuma kejadian ini nomor dua di dunia dan nomor satu di Asia, sangat naif sekali ketika kita melupakan tragedi Kanjuruhan,” lanjutnya. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?