KOTA BATU -Berbagai perlombaan religi untuk menyemarakkan Bulan Ramadan digelar setiap tahunnya di Kota Batu. Meski masih diterpa pandemi, Pemkot Batu telah menyiapkan beragam lomba dengan penerapan protokol kesehatan.
Mulai dari lomba tartil Al-Qur’an, musik patrol hingga Al-Banjari telah disiapkan untuk memeriahkan Ramadan tahun ini. Melalui kegiatan ini pun diharapkan dapat meningkatkan kreativitas generasi muda yang ada di Kota Batu.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan, Pemkot Batu sudah menyiapkan rencana menggelar Festival Musik Religi. Nantinya kegiatan ini juga akan menggandeng Polres Batu melalui lomba Patrol Tangguh Semeru.
“Dimana pesertanya diambil dari perwakilan masing-masing desa/kelurahan. Para peserta ini akan memperebutkan Piala Kapolres. Selain itu, ada lomba Albanjari yang memperebutkan piala Wali Kota,” jelasnya, Jumat (16/4).
Setiap perwakilan peserta dari desa/kelurahan akan menjalani babak kualifikasi di masing-masing Kecamatan mulai dari tanggal 26 hingga 28 April. Untuk wilayah di Kecamatan Batu dilaksanakan di Studio ATV dan dua kecamatan lainnya di masing-masing balai kecamatan.
“Nanti grand finalnya tanggal 30 April di Panggung Sendratari, Kelurahan Sisir,” imbuhnya.
Sementara itu Among Tani Foundation juga akan menggelar perlombaan Batu Membaca Al-Qur’an. Dimana kegiatan ini dapat diikuti dari jenjang SD/MI hingga SMA/SMK. Perlombaan pun akan dibedakan setiap jenjangnya.
“Lomba tartil bisa diikuti dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs. Kemudian ada lomba kaligrafi digital di jenjang SMA/MA dan SMK,” ungkap Sekretaris Pelaksana, Septi Widi.
Menurut Septi latar belakang digelarnya kegiatan tersebut agar dapat menguatkan karakter religius dan mengembangkan kreativitas secara jujur, mandiri dan bertanggung jawab. Utamanya untuk para siswa yang beragama Islam.
“Di masa pandemi Covid-19 ini dikhawatirkan terjadi learning loss, yaitu fenomena di mana para siswa kehilangan kesempatan menambah pengetahuan di luar akademik. Sementara pengembangan karakter siswa, utamanya karakter religius sangat penting. Makanya kita buat kegiatan ini yang bisa diikuti oleh mereka,” katanya.
Dari kegiatan itu, total jumlah peserta yang telah mendaftar sebanyak 230 peserta untuk Tartil jenjang SD/MI, 130 peserta untuk jenjang SMP/MTs dan 20 peserta untuk kaligrafi jenjang SMA/MA dan SMK seluruh Indonesia.
“Jadi perlombaan ini kami buka untuk seluruh Indonesia tidak hanya di Kota Batu saja. Karena digelar secara online. Untuk peserta paling jauh ada dari Bandung dan pendaftarannya sudah ditutup 12 April lalu,” pungkasnya.
Nantinya ketika sudah tersisa 100 peserta akan dilaksanakan lomba offline antara tanggal 22 hingga 27 April di Masjid Brigjen Soegiyono. Rencananya kegiatan itu akan menjadi agenda tahunan yang akan diselenggarakan setiap bulan Ramadan.
Pewarta : Pungky Ansiska
Foto : Ilustrasi lomba Patrol







Balas
Lihat komentar