Lelah ‘Diduakan’, Ribuan Aremania Geruduk DPRD Kota Malang Perkara Dualisme Arema

Dualisme Arema
Demo Dualisme Arema- Foto: Bob Bimantara Leander

KOTA MALANG – Kerinduan Aremania atas tidak adanya dualisme klub sudah sampai titik batas kesabaran.

Alhasil, mereka pun menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11). Ribuan Aremania meminta anggota dewan untuk mendengar keinginan mereka.

Yakni menjadi mediator antara Aremania dan Organ Yayasan Arema agar dualisme tidak ada lagi di klub Arema.

“Jadi kami di sini meminta yayasan turun dan menjelaskan kenapa ada dualisme. Tapi setelah kami tunggu lama tidak kunjung turun. Untuk itu kami meminta dewan untuk turun sebagai bapak kami memediasi antara yayasan dan kami,” ujar Koordinator Media Aksi Damai Aremania, Andi Sinyo ke Blok-A, Senin (16/11).

Sinyo pun menjelaskan, Organ Yayasan Arema sendiri saat ini diketuai oleh Muhamad Nur. Sementara pembinanya adalah Darjoto Setyawan dan pengawas adalah Bambang Winarno. Hal itu Sinyo buktikan dengan SK MENKUMHAM tahun 2012 dengan akte notaris Nurul Rahadianti, SH nomor AHU-AH 01.06.317.

“Tiga orang itu (Muhammad Nur, Darjoto Setyawan, dan Bambang Winarno) harusnya yang bertanggung jawab atas dualisme ini. Karena meskipun SK itu tahun 2012 sampai 2015 Menkumham masih mengakuinya secara sah sebagai Organ Yayasan Arema,” kata ia.

Masih menurut Sinyo, hanya tiga orang itulah yang mampu menyelesaikan perkara dualisme ini. “Karena Organ Yayasan Arema ini yang memiliki dua klub. Ayo satukan lagi kami rindu Arema yang satu. Salam satu jiwa,” tutupnya.

Sementaa itu, keinginan Sinyo dan ribuan Aremania masih belum terralisasi untuk bertemu anggota Dewan.

Ribuan Aremania lengkap dengan atribut syal hingga baju Arema masih memenuhi jalan depan gedung DPRD Kota Malang sambil bernyanyi dan berorasi.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com