Lawan Koalisi ‘Raksasa’, Lathifah-Didik Optimis Raih Suara Lebih Unggul 10 Persen

Ketua DPC PKB Gus Ali
Ketua DPC PKB Gus Ali - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – PKB mempunyai koalisi ‘mini’ di Pilbup Malang 2020. Yakni Partai Hanura yang menyatakan bergabung untuk mengusung bapaslon (Bakal pasangan calon) Ladub (Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono).

Hal ini berbanding terbalik dengan lawan bapaslon Ladub, yakni bapaslon petahana, SanDi (Sanusi – Didik Gatot Subroto). Ada enam partai raksasa yang bergabung di koalisi petahana itu, yakni PDIP, Nasdem, Gerindra, Golkar, PPP, dan Demokrat.

Meskipun begitu, Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB Kabupaten Malang Ali Ahmad tidak risau atas perbandingan itu. Gus Ali, sapaan akrabnya malah mengaku optimis Ladub akan menang di Pilbup Malang 2020.

“Karena kami percaya banyaknya partai tidak membuat menang sebuah koalisi. Partai yang single pun bisa menang dan adapula independen juga menang di pilkada,” tutur Gus Ali seusai mendaftarkan Ladub sebagai paslon di Pilbup Malang di Kantor KPUD Kabupaten Malang, Jumat (4/9).

PKB pun juga telah menyiapkan tim sukses yang tersebar di seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Malang untuk memenangkan Ladub di Pilbup Malang 2020.

“Sel-sel jaringan PKB ada di seluruh desa dan kecamatan. Sudah kami siapkan tinggal bergerak,” imbuhnya.

Ia mengaku di Pilbup Malang 2020 ini masyarakat tidak memilih berdasarkan banyaknya partai bergabung di sebuah paslon.

“Tapi sekarang lebih lihat sosok yang ada di paslon itu. Dan bu Nyai (Lathifah Shohib) kami yakin merupakan sosok yang cukup dipandang,” tambah Ali.

Saat disinggung berapa target suara yang akan didulang Ladub, Ali mengaku tidak ada target berapa persen. Namun, Ali memastikan Ladub akan menang 10 persen lebih dari SanDi.

“Tidak ada target berapa persen. Pokoknya lebih 10 persen dari sana (bapaslon SanDi),” tutupnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com