Kronologi Mario Teguh Dilaporkan atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan Rp5 M

mario teguh
Mario Teguh dan Linna Teguh (foto: Instagram/@linnateguh)

Blok-a.com – Motivator Mario Teguh dan sang istri Linna Teguh dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana.

Laporan tersebut dibuat oleh pebisnis Sunyoto Indra Prayitno melalui kuasa hukumnya Djamaludin Koedoeboen sejak 19 Juni 2023 lalu.

Berdasarkan surat laporan yang bernomor LP/B/3505/V/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA, Mario Teguh dan istri dijerat Pasal 372 dan 378 atas dugaan penggelapan dan penipuan.

Kasus ini bermula saat Mario Teguh dijadikan sebagai salah satu brand ambassador produk kecantikan oleh pelapor.

Saat itu, Istri Mario Teguh menawarkan kerjasama dengan mengiming-imingi jumlah followers mereka. Linna pun berjanji akan meningkatkan omset Sunyoto hingga puluhan miliar rupiah jika menggunakan jasa mereka.

“Jadi di awal pertemuannya itu sebetulnya di bandara. Terus kemudian istri yang bersangkutan maupun yang bersangkutan mengiming-imingi, memberikan janji bahwa ‘nanti kalau kamu pakai jasa kita, kita punya follower sekian puluh juta’, jadi mereka yang justru menawarkan,” kata kuasa hukum pelapor bernama Djamaludin Koedoeboen dikutip dari Kompas.com, Jumat (14/7/2023).

“Kalau memang pakai kami maka setiap bulan omzet Anda itu bisa sekian puluh miliar. Karena kami punya orang ada di seluruh Indonesia ini,” sambungnya.

Akhirnya Sunyoto sepakat menjadikan Mario Teguh dan istri sebagai Brand Ambassador produk kecantikannya. Saat itu kedua pihak menandatangani kontrak yang mewajibkan Mario Teguh mengunggah konten seputar produk.

Namun, kenyataannya setelah Sunyoto mentransfer uang pembayaran dalam beberapa termin dengan total Rp5 miliar, Mario Teguh tidak pernah memenuhi kewajibannya. Ia hanya mengambil untung dari Sunyoto tanpa mempromosikan produk sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

“Ada janji yang bersangkutan untuk mempromosikan skin care atau bisnis dari klien kami yang pada akhirnya itu tidak dilakukan. Sehingga klien kami mengalami kerugian cukup besar dan menggelontorkan sejumlah uang kepada yang bersangkutan sejumlah kurang lebih Rp 5 miliar,” jelas Djamaludin.

Lebih lanjut, Djamaludin juga mengungkapkan bahwa Mario Teguh kerap meminta uang kepada Sunyoto di luar kontrak yang telah disetujui.

“Selain terima duit tiap bulan, ditransfer apa yang diminta bahkan yang di luar kontrak itu pun juga selalu diminta duit untuk ke luar negerilah ke mana, ke mana,” tutur Djamaludin.

Sebelum memutuskan untuk melaporkan Mario Teguh dan istrinya ke polisi, Sunyoto telah berupaya secara langsung mendatangi rumah pasangan tersebut. Sunyoto bermaksud mengirimkan surat somasi kepada mereka, namun belum ada tanggapan dari pihak Mario Teguh.

“Kita sudah mensomasi yang bersangkutan tiga kali, tapi tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan. Maka dari itu dengan terpaksalah kita melakukan LP ini,” pungkas Djamaludin.

(hen)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?