Krisis Air Bersih Pasca Banjir Sumbermanjing Wetan, Sumur Tercemari

200 Sumur Warga Malang Selatan Tercemar seusai dilanda banjir (BPBDKabMalang)
200 Sumur Warga Malang Selatan Tercemar seusai dilanda banjir (BPBDKabMalang)

Kabupaten Malang, blok-a.comBanjir setinggi 1,5 meter yang melanda Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Jumat (20/9/2025) menyisakan dampak serius. Selain merendam ratusan rumah, banjir juga mencemari sedikitnya 200 sumur warga yang menjadi sumber utama air bersih.

Banjir akibat luapan Sungai Panguluran ini menerjang empat dusun di Desa Sitiarjo: Krajan Tengah, Krajan Kulon, Krajan Wetan, dan Roworate. Akibatnya, lebih dari 2.228 jiwa dari 830 kepala keluarga terdampak langsung.

“Air banjir membawa lumpur dan ranting masuk ke pekarangan serta sumur warga. Dari 200 sumur yang terdampak, hingga hari ini sudah 53 sumur berhasil dibersihkan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Selasa (23/9/2025).

Tim gabungan dari BPBD, Dinas Kesehatan, hingga instansi teknis melakukan pembersihan sumur secara bertahap. Hanya pada Selasa kemarin, tercatat 31 sumur di enam dusun berhasil dikuras dan dijernihkan. Sebagian sumur lain yang hanya mengalami pencemaran ringan dibersihkan secara mandiri oleh warga.

“Tidak semua kami tangani langsung. Ada yang sudah kembali jernih, ada yang ditangani mandiri warga. Kami bantu dengan cairan penjernih dari Dinas Kesehatan agar air layak digunakan,” jelas Sadono.

Proses pembersihan dilakukan dengan metode manual, dibantu peralatan ringan serta dukungan alat berat dari PU Bina Marga Kabupaten maupun Provinsi. Selain sumur, tim tanggap darurat juga menyingkirkan tumpukan lumpur dan material yang menutup jalan dan saluran air.

Banjir yang berlangsung sekitar enam jam itu merendam permukiman seluas 1,49 hektare. Meski air sudah surut, warga masih menghadapi krisis air bersih serta akses jalan yang terganggu lumpur.

“Kami terus melakukan pengurasan sumur, distribusi bantuan, dan pembersihan jalur. Warga kami imbau tetap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ke depan,” pungkas Sadono. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com