Kota Malang Jalankan Program Makan Bergizi Gratis Pekan Depan

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dilakukan serentak di 26 Provinsi pada Senin (6/1/2025) kemarin di sejumlah daerah. Namun, di Kota Malang sendiri program unggulan Presiden-Wakil Presiden Prabowo-Gibran itu baru akan dilakukan pekan depan.

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana. Ia menyampaikan pelaksanaan program MBG di Kota Malang akan dilakukan pada 13 Januari 2025 mendatang.

“Kemarin di Kota Malang memang belum ada. Untuk di 13 Januari sampai 29 Maret 2025 itu dari Gojek dan baru itu informasi yang kami terima. Sebelumnya di SDN 03 Lowokwaru itu kan juga sudah pernah melakukan uji coba MBG, waktu itu di bulan pertengahan Agustus menginjak ke September,” ujar Suwarjana, Selasa (7/1/2024).

Program tersebut akan dilaksanakan pada satu sekolah dasar, yakni SDN 03 Lowokwaru. Nantinya akan menyasar 500 siswa dan berjalan setiap hari Senin hingga Jumat.

Suwarjana menerangkan, untuk jenis makanan telah ditentukan oleh pemerintah pusat secara langsung. Dan tentunya akan dikontrol oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), Disdikbud dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang.

“Makanan dibagikan pada jam istirahat kedua sekitar pukul 10.30 WIB. Saat uji coba, menu terdiri dari nasi, lauk seperti ikan atau ayam, sayur, susu dan buah. Namun, kami khawatir dengan perbedaan harga saat ini, dari sebelumnya Rp 15-17 ribu menjadi Rp 10 ribu. Kami berharap kualitasnya tetap terjaga,” terangnya.

Suwarjana menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi terkait perluasan program ke sekolah lain, seperti TK, SMP atau Madrasah. Ia pun sedikit menyayangkan tidak adanya koordinasi oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah terkait dengan penunjukan sekolah ini.

“Kami belum menerima surat resmi atau koordinasi dari pusat, provinsi, maupun pihak lain seperti TNI AL yang disebut-sebut terlibat di beberapa daerah. Harapan kami, program ini segera diperluas ke sekolah lain, terutama di wilayah yang lebih membutuhkan, seperti Kedungkandang,” bebernya.

Suwarjana mengakui bahwa program MBG ini sangat diperlukan. Utamanya untuk memenuhi asupan gizi para siswa dan siswi saat belajar.

Selain itu, menurutnya siswa yang dinilai kurang mampu juga membutuhkan program MBG ini.

“Di Kota Malang masih ada anak-anak yang tidak memiliki uang jajan. Program ini bisa membantu mereka. Namun, akan lebih tepat sasaran jika difokuskan pada daerah dengan tingkat perekonomian rendah,” lanjutnya.

Terakhir, Suwarjana berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi pelajar. Meskipun hingga saat ini, program MBG belum didukung anggaran pendampingan dari APBD.

“Anggaran pendampingan dari APBD belum ada. Dananya dari pusat semua. Harapan kami sesegera mungkin bisa serentak,” tutup Suwarjana. (yog/bob)

Exit mobile version