Kota Malang, Blok-a.com – Malang kini memiliki layanan kesehatan mental yang lebih inklusif dan terjangkau. Klinik Pratama PMI Kota Malang resmi membuka Poli Psikologi pertama di Malang Raya, hasil kolaborasi dengan gerakan nasional Indonesia Sehat Jiwa. Layanan ini dibuka untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan dukungan psikologis yang mudah diakses, aman, dan bebas stigma.
Berkantor di Markas PMI Kota Malang, Jalan Buring, Poli Psikologi ini menjadi terobosan penting dalam memperluas akses kesehatan jiwa. Selama ini, layanan psikologi lebih banyak tersedia di rumah sakit besar atau klinik swasta dengan biaya relatif tinggi. Kini, masyarakat bisa mendapatkan konseling dan asesmen psikologis dengan harga mulai dari Rp70.000.
“Kami ingin memastikan layanan kesehatan mental bisa dijangkau semua lapisan masyarakat, dengan pendekatan yang lebih ramah dan efisien,” ujar Ketua PMI Kota Malang, Drs. Imam Buchari, M.Si.
Sofia Ambarini, S.Kom., MM, Ketua dan Inisiator Indonesia Sehat Jiwa, menekankan pentingnya layanan psikologis terintegrasi dengan kesehatan dasar. “Kesehatan mental adalah hak semua orang. Tidak boleh ada yang merasa takut, malu, atau terkendala biaya saat membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Poli Psikologi ini melayani konsultasi dari Senin hingga Jumat, pukul 08.00–16.00 WIB, mencakup konseling dasar, edukasi kesehatan mental, dan rujukan profesional bila diperlukan. Ruang konseling didesain nyaman dan inklusif, melayani semua usia—mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Layanan ditangani oleh psikolog klinis, dokter spesialis kejiwaan, dan jaringan Peer Support dari Indonesia Sehat Jiwa yang telah dilatih khusus. Selain konseling langsung, layanan ini juga terhubung dengan program hotline, pelatihan relawan, dan advokasi pencegahan bunuh diri.
Kolaborasi PMI dan Indonesia Sehat Jiwa ini menjadi yang pertama di Jawa Timur dalam menghadirkan layanan psikologi berbasis klinik pratama untuk umum. Ke depan, model ini diharapkan bisa diterapkan di daerah lain.
“Semakin mudah aksesnya, semakin banyak orang yang berani mencari pertolongan sejak dini. Ini langkah awal menuju ekosistem kota yang peduli kesehatan mental,” pungkas Sofia.
Kehadiran Poli Psikologi ini sejalan dengan visi Kota Malang sebagai kota ramah jiwa, sekaligus memperkuat peran layanan primer dalam penanganan dini masalah psikologis. (bob)









