Kabupaten Malang, blok-a.com – Polisi beberkan kondisi truk yang terlibat kecelakaan di jalan Tol Pandaan – Malang KM 77+200 A, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Truk Tronton yang membawa pakan ternak tersebut ternyata mengalami gangguan sistem pengereman dan overheat.
Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana mengungkapkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan alat traffic accident analysis dan keterangan para saksi-saksi, termasuk saksi ahli, kendaraan truk muat pakan ternak tersebut mengalami overheat. Sementara itu rem tangan pada truk juga tidak berfungsi secara maksimal.
“Truk tronton mengalami overheat karena ada kebocoran di cooling system. Overheat terjadi karena minimnya perawatan cooling system. Kendaraan tidak mampu menahan beban dan mundur karena jalan yang menanjak dan handbrake tidak berfungsi maksimal,” bebernya.
Hal itu diperkuat dengan adanya hasil uji kelayakan kendaraan. Dari dokumen uji kelayakan kendaraan, diketahui mesin, radiator, handbreak, resevoir break, dan silinder rem, mengalami kerusakan berupa terputusnya selang radiator.
Dari data pengecekan itu, didapati bahwa dalam rentang periode Juli sampai Desember kendaraan tersebut sudah menjalani pemeriksaan rutin, namun tidak secara menyeluruh.
“Checklist yang kami dapat mulai periode Juli sampai dengan Desember 2024 kita lihat kita lihat, ada dua bagian yang tidak dilakukan checking berkala yaitu temperatur air dan radiator. Pada Desember ada selang radiator yang putus ini juga mendukung bukti bahwa truk dalam kondisi yang memang sudah bermasalah sejak lama,” bebernya.
Di sisi lain, Kholis juga menyatakan bahwa truk tersebut mengalami gangguan pada sistem pengereman. Sehingga saat terpakir di bahu jalan dengan kontur jalan menurun, kendaraan mundur tak terkendali karena pengereman yang tidak berfungsi dengan baik.
“Untuk kendaraan besar (truk) saat parkir seharusnya mesin dimatikan tapi saat itu sopir memilih tidak mematikan mesin dan perseneleng tidak netral. Ganjalan ini harusnya di belakang karena bebannya ada di belakang,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut ini terjadi di kilometer 77+200 A Tol Pandaan-Malang arah Malang, Senin (23/12/2024) pukul 15.17 WIB.
Kronologi kecelakaan bermula saat sebuah truk bermuatan pakan ternak tidak kuat menanjak dalam kondisi jalan tanjakan
“Truk berhenti di bahu jalan dan sempat diganjal oleh sopir, namun ganjalan tersebut tidak cukup kuat sehingga truk mundur secara tidak terkendali,” kata Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, Senin (23/12/2024).
Nahasnya, pada saat bersamaan, dari belakang truk melaju bus pariwisata Tirto Agung yang membawa rombongan 40 pelajar SMP Islam Terpadu dari Gunung Putri, Bogor.
Tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Bus tersebut akhirnya terguling dan melintang ke badan jalan.
Insiden tersebut menewaskan empat orang, termasuk sang sopir bus. Korban luka-luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat, seperti RSUD Lawang dan RS Saiful Anwar Malang. (ptu/bob)









