Kota Malang, blok-A.com – Sterilisasi jalur perlintasan Kereta Api Jagalan, Kotalama, Depo Pertamina atas keputusan PT KAI Daop 8 Surabaya kembali menuai polemik.
Sepanjang 1,3 kilometer yang didiami oleh masyarakat disana, memberatkan adanya kebijakan yang diputuskan.
Dalam keputusannya, PT KAI mememinta masyarakat untuk memundurkan bangunannya sepanjang 6 meter dari bantalan rel.
Terkait keputusan tersebut, blok-A.com mencoba untuk mengonfirmasi kepada Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan bahwa sosialisasi baru dilaksanakan di akhir bulan agustus kemaren.
“Baru kemaren sosialisasi disampaikan biar clear dan verifikasi nya,” ucap Luqman pada Senin (29/08/2022).
Luqman menyampaikan untuk pentertiban sendiri, bisa dilaksanakan pada pertengahan september mendatang. Namun untuk tanggalnya sendiri, Luqman tidak menyebutkan.
“Untuk penggusuran di pertengahan september baru dimulai,” ucapnya.
Dari data yang ada, warga daerah jagalan meminta keringanan terkait memundurkan bangunan sebanyak 6 meter. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua RT 9 RW 7 Kelurahan Sukoharjo di daerah bantalan rel, Suli.
Ketua RT 9, Suli (52) menjelaskan bahwa nantinya ada sosialisasi lebih lanjut terkait pemunduran 6 meter bangunan tersebut.
“Nanti ada sosialisasi lagi terkait itu, namun jika memang pelebaran 6 meter, warga saya habis,” tutur Suli.
Selain itu, Suli juga menyampaikan isi hatinya terkait kompensasi. Warganya tidak terlalu memandang kompensasi, ia hanya memikirkan solusi apa yang bisa diambil jika memang pelebarannya sebesar 6 meter.
“Kami tidak berharap kompensasi, yang penting bisa tinggal disini. Mau tinggal dimana warga saya, dijalanan apa emang boleh,” ucap Suli.
Suli juga sangat sedih ketika melihat pemberitaan yang tidak benar terkait isu penggusuran tersebut.
“Kemarin saya liat di media, ada warga saya yang demo. Gak ada yang demo warga saya, jika memang ada, saya yang akan pasang badan,”ucapnya.
“Orang-orang disini enak kok, Kita selalu rundingan, apalagi ini mau mengadakan tasyakuran, guyup sekali,” tutup Suli.
(mg1/bob)










Balas