Kemacetan Gunung Bromo Libur Nataru 2025: Dishub Malang Siapkan Antisipasi

Jalur Masuk Gunung Bromo Via Malang Macet Parah saat Liburan Nataru, Minggu (24/12/2023) (blok-a/Agus)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang memprediksi kemacetan terjadi di jalur menuju destinasi wisata Gunung Bromo pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Salah satu faktornya adalah adanya kebijakan baru dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengenai penambahan kuota pengunjung sebanyak 1.000 orang per hari. Sehingga, total kuota yang disediakan untuk para wisatawan adalah sekitar 3.725 orang per hari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi kemacetan di wilayah tersebut. Salah satunya adalah memasang Pos Pengamanan di Area Rest Area Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo.

Personel yang ada di pos pengamanan bakal mengatur lalu lintas agar kendaraan bisa lancar tanpa macet.

Kemacetan sendiri menjadi langganan saat liburan, menuju ke wisata Gunung Bromo. Wisatawan pun saat macet bisa lama mencapai tujuan ke Gunung.

“Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang mengarah ke Gunung Bromo, kami memasang pos pengamanan di Area Gubugklakah. Tahun-tahun sebelumnya, pos kami letakkan di Pasar Tumpang,” ujar Bambang, Rabu (18/12/2024).

Selain itu, Bambang menambahkan bahwa prediksi kemacetan juga dimungkinkan terjadi di area Pos Jemplang Bromo dan Kafe Bromo Hillside. Untuk itu, sejumlah personil gabungan disiapkan untuk mengantisipasi penumpukan volume kendaraan di wilayah tersebut.

“Hasil dari rapat bersama TNBTS beberapa waktu lalu, di area Pos Jemplang juga akan kami siapkan personil, bekerja sama dengan TNBTS untuk mengantisipasi lonjakan ke arah Bromo maupun ke Kafe Hillside,” tambahnya.

Tak hanya pos pantau, Dishub Kabupaten Malang juga menyiapkan pos polisi bergerak serta tim urai utara dan selatan untuk mengurai kemacetan di wilayah rawan kemacetan, termasuk di area destinasi wisata.

“Total keseluruhan ada delapan pos pelayanan yang tersebar di Kabupaten Malang: satu pos pelayanan, satu pos polisi bergerak, dan tim urai utara serta selatan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi kemacetan di jalur menuju Wisata Gunung Bromo dimungkinkan adanya buka tutup jalur.

Pihaknya akan bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri untuk memberlakukan buka-tutup jalur wisata.

“Dalam rangka meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan mengurangi kemacetan, akan dilakukan buka-tutup jalur dengan skala prioritas, bersama-sama TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan,” singkat Rudijanta dalam keterangan tertulis.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com