Kota Malang, blok-A.com – Masih dalam rangkaian kemerdekaan ke-77, Pemerintah Kota Malang menggelar acara Karnaval Kota Malang, yang diikuti oleh ragam peserta.
Mengangkat tema “Bangkit Bermartabat”, Pemerintah Kota Malang berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, demi menjaga momentum pemulihan sendi ekonomi dan sosial masyarakat Kota Malang.
Karnaval diikuti oleh penampilan menarik dari berbagai komunitas dan atraksi Marching Band Taruna Nala, Marching Band 502, dan Marching Band PDBI.
Dari pantauan blok-A.com, pengunjung mulai mendekat ke sejumlah barikade di Jalan Semeru, hingga Kawasan Idjen Boulevard, demi melihat persembahan karnaval tersebut.
Salah satu pengunjung, Rosita (40) mengaku senang melihat karnaval, karena sudah lama ia tidak melihat sebuah pertunjukan.

“Senang mas, melihat pertunjukan karnaval, apalagi sudah lama kan karena pandemi kemaren,” ucapnya pada Minggu, (11/09/2022)
Ia mengatakan bahwa hiburan semacam itu, harus tetap dilestarikan hingga ke anak cucu kita. Sebab, siapa lagi yang akan meneruskannya.
“Pertunjukan ini bisa menjadi edukasi juga buat anak kita kelak, karena acara seperti ini sangat langka,” begitu pungkasnya.
Rute Karnaval Kota Malang dimulai dari Koridor Kayutangan Heritage dan berakhir di depan Gereja Katedral Ijen. Sekitar pukul 11.30 WIB, peserta karnaval sudah memasuki Jalan Semeru, untuk menghibur penonton dibalik barikade.
Ada pertunjukan Rama & Shinta, Marching Band, Tempoe Doloe, Adat Betawi, semua berlenggak-lenggok menuju Gereja Katedral Ijen sebagai garis finish.
Selain pertunjukan karnaval, pengunjung tidak perlu risau perut lapar hingga kahausan. Disepanjang Jalan Ijen, banyak sekali pedagang yang menjajakan makanan dan minuman, bagi para pengunjung disana.
Berkah Karnaval bagi Para Pedagang Kaki Lima

Saat karnaval berlangsung, sejumlah pedagang menempati posisinya masing-masing, untuk berjualan di sepanjang Jalan Ijen.
Dari anak kecil hingga orang dewasa, berbondong-bondong membeli jajanan yang ada disana. Mulai dari cilok, sempol, ice cream, hingga minuman lainnya, hadir memenuhi kebutuhan para pengunjung.
Salah satu pedagang ice cream, Slamet (45) mengatakan bahwa ia sangat laris berjualan ice cream di sepanjang Jalan Ijen, berkat karnaval.
“Alhamdulillah mas, karena karnaval ini jadi ramai pembeli,” tuturnya.
Slamet menjual ice creamnya seharga Rp 5 ribu saja. Ia menuturkan banyak anak kecil yang membeli dagangannya.
“Yang beli kebanyakan anak kecil, karena kan datang sama keluarganya. Saya jual Rp 5 ribu saja, ini sudah lumayan untung,” tuturnya.
Sebagai informasi, acara karnaval tersebut bertepatan dengan dibukanya kembali CFD (Car Free Day) di Jalan Ijen, yang sudah lama ditutup karena pandemi kemaren. Rata-rata yang hadir melihat karnaval, merupakan pengunjung yang sudah dari pagi, melakukan CFD disana. Tak heran, pertunjukan karnaval ditonton oleh ribuan warga Kota Malang. (mg1/bob)




