Caption : Proses pemadaman api yang terjadi di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, pada Rabu (19/04/2023) sekitar pukul 19.00 WIB (Sumber : Satpol PP Kabupaten Malang for Blok-a.com)
Caption : Proses pemadaman api yang terjadi di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, pada Rabu (19/04/2023) sekitar pukul 19.00 WIB (Sumber : Satpol PP Kabupaten Malang for Blok-a.com)

Karena Konsleting Listrik, Rumah Kayu Milik Warga Poncokusumo Habis Terbakar

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Jelang lebaran 2023, rumah di Kecamatan Poncokusumo terbakar. Penyebabnya diduga karena ada arus pendek atau korsleting listrik.

Rumah yang terbakar itu adalah milik Turiono (47) warga Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Kepala Satpol Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matodang mengatakan, informasi kebakaran tersebut diterima pada Rabu (19/04/2023) sekitar pukul 18.55 WIB.

“Kami mendapat laporan dari warga Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo, sekitar pukul 18.55 WIB. Kemudian petugas yang sedang berjaga langsung berangkat ke lokasi sekitar pukul 19.00 WIB,” terang Firmando saat dikonfirmasi Blok-a.com, Kamis (20/04/2023).

Setelah petugas tiba di lokasi kejadian, petugas langsung melakukan tindakan penanggulangan. Untuk memadamkan api yang terlanjur membesar itu, petugas membutuhkan waktu yang cukup lama hingga api benar benar padam.

“Kami mengerahkan empat unit mobil PMK. Sementara itu petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas mmembutuhkan waktu yang cukup lama untuk memadamkan, hingga benar benar padam sekitar pukul 21.30 WIB,” imbuhnya.

Meskipun berhasil dipadamkan, namun rumah milik Turiono tidak bisa diselamatkan. Hampir keseluruhan bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu habis terbakar sehingga mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Penyebab kebakaran karena konsleting listrik, sehingga api menyambar ke dinding yang terbuat dari kayu,” bebernya.

Beruntungnya, atas kejadian tersebut tidak ditemukan korban jiwa. Namun, pemilik rumah ditafsir menanggung kerugian hingga puluhan jutaan rupiah.

“Tidak ada korban jiwa, alias nihil. Pemilik rumah ditafsir menanggung kerugian kurang lebih Rp 75 juta,” pungkasnya.

Sebelumnya, kebakaran juga sempat terjadi di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang pada Rabu (18/04) kemarin. Kebakaran tersebut dipicu karena kelalaian pemilik rumah yang lupa meninggalkan tukung tradisional saat memasak air.

Sehingga tukung api menyambar ke dinding kandang ayam, hingga menyebabkan dapur rumah miliknya habis terbakar.

(ptu/bob)