Mojokerto, Blok-a.com – Kepala Perum Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah kerjanya tetap aman selama Ramadan hingga pasca Hari Raya Idulfitri 2026. Di saat yang sama, Bulog juga mulai menyalurkan bantuan pangan kepada ribuan warga Kota Mojokerto.
Husin mengatakan, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng “MinyaKita” per bulan. Namun untuk penyaluran tahap awal, bantuan diberikan sekaligus untuk dua bulan.
“Untuk dua bulan sekaligus disalurkan pada bulan Maret ini, sehingga masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” kata Husin saat ditemui dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (11/3/2026).
Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspita Sari bersama sejumlah pejabat daerah.
Menurut Husin, wilayah kerja Bulog Mojokerto meliputi Mojokerto Raya dan Kabupaten Jombang. Untuk Kota Mojokerto, penyaluran bantuan pangan ini menjadi yang pertama dilakukan pada tahun ini.
Ia menjelaskan, menjelang Lebaran distribusi bantuan diprioritaskan untuk masyarakat di Kecamatan Kranggan. Setelah Hari Raya Idulfitri, penyaluran akan dilanjutkan ke Kecamatan Prajurit Kulon dan Kecamatan Magersari.
“Total penerima bantuan pangan di Kota Mojokerto sebanyak 14.507 penerima,” ujarnya.
Bulog juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng MinyaKita, tetap mencukupi.
“Kami pastikan stok beras SPHP dan MinyaKita aman selama Ramadan, menjelang Lebaran hingga pasca Lebaran. Stok di gudang-gudang kami masih mencukupi,” tegasnya.
Selain menyalurkan bantuan pangan, Bulog juga terus melakukan serapan gabah dari petani untuk memperkuat cadangan beras pemerintah.
Husin menyebutkan, hingga saat ini realisasi serapan gabah di wilayah Mojokerto Raya dan Jombang telah mencapai sekitar 26 ribu ton dari target 71 ribu ton, atau sekitar 37 persen.
“Kami optimistis target serapan gabah bisa tercapai. Ini juga berkat dukungan berbagai stakeholder seperti Pemkot Mojokerto, jajaran Kodim, Polres, Korem, Dinas Pertanian, serta pemerintah daerah di wilayah Jombang,” jelasnya.
Berdasarkan data penyaluran bantuan pangan selama Februari hingga Maret 2026, total bantuan yang disalurkan di Kota Mojokerto mencapai 290.140 kilogram beras dan 58.028 liter minyak goreng untuk 14.507 penerima manfaat.
Khusus di Kecamatan Kranggan, jumlah penerima bantuan mencapai 3.577 KPM dengan total bantuan 71.540 kilogram beras dan 14.308 liter minyak goreng.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspita Sari mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap per kelurahan agar tidak terjadi antrean panjang di lokasi distribusi.
“Untuk gelombang pertama ini kita fokus di Kecamatan Kranggan yang terdiri dari enam kelurahan dengan total 3.577 KPM. Gelombang kedua akan dilaksanakan setelah Lebaran di Kecamatan Prajurit Kulon dan Magersari,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kota Mojokerto Novi Rahardjo menyebutkan bahwa tahun ini terjadi peningkatan dalam penyerapan gabah maupun penyaluran bantuan pangan.
“Poin pentingnya, penyerapan gabah tahun ini bertambah dan penyalurannya juga meningkat hingga dua kali lipat,” kata Novi. (sya/ova)










Balas
Lihat komentar