Jembatan Penghubung Antar Desa di Kasembon Runtuh, 7 Ribu Warga Terisolir

Jembatan di Kecamatan Kasembon putus pasca diterjang banjir
Jembatan di Kecamatan Kasembon putus pasca diterjang banjir - Foto: Pungky Ansiska

KABUPATEN MALANG – Hujan deras yang mengguyur malang raya selama 5 jam pada rabu (6/1) petang kemarin menyebabkan aliran air Sungai Konto Desa Pondokagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang meluap. Alhasil jembatan penghubung utama antar desa ambruk dihantam banjir yang mengakibatkan hampir 7 ribu warga dari 8 dusun terisolir.

Jembatan berukuran panjang 15 meter dan lebar 5 meter yang putus sekitar pukul 17.45 Wib berada di Dusun Druju Rt 02 Rw 08. Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan warga yang melintas di atas jembatan.

Sehingga petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, perangkat desa dan kecamatan bersama warga dan relawan kamis (6/1) mulai bergotong royong membuat jalan alternatif. Menghubungkan Desa Pondokagung menuju Kecamatan Kasembon yang merupakan akses utama.

Jalan alternatif tersebut dibangun petugas gabungan dan warga di tengah ladang jagung milik warga setempat. Secara bergantian warga melintasi jalan tersebut karena kondisi jalan yang sempit dan licin tanpa bebatuan. Luas jalan alternatif ini diperkirakan sekitar 2 meter dengan panjang 60 meter.

Ketua pelaksana BPBD kabupaten Malang, Bambang Istiawan menyampaikan jalur alternatif ini berjarak 100-200 meter dari jembatan. Jalan alternatif ini juga dapat dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4.

“Mereka yang mau melewati harus berhati-hati karena kondisi jalan yang sempit dan licun. Kami berharap jalan alternatif ini dapat digunakan warga agar aktivitas nya tidak terganggu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pondokagung, Sutrisno mengatakan tidak hanya jembatan namun plengsengan yang dibangun sejak lima tahun lalu juga ikut ambrol diterjang banjir.

“Jembatan itu kan merupakan akses utama warga dari Desa Pondokagung menuju ibu kota Kecamatan. Sehingga sebanyak 2500 KK ini terisolir karena tidak bisa melalui jembatan tersebut,” jelasnya.

Hingga kini warga masih terus menunggu bantuan dari pemerintah. Terlebih untuk segera memperbaiki jembatan yang putus tersebut.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com