Jelang Ramadan, Wali Kota Mojokerto Nyadran di Makam Pekuncen, Kenang Jejak Leluhur Bangsa

Wali kota Mojokerto Ika Puspita Sari saat ziarah ke makam Pekuncen.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Wali kota Mojokerto Ika Puspita Sari saat ziarah ke makam Pekuncen.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Kota Mojokerto, Blok-a.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita melaksanakan tradisi nyadran di Makam Pekuncen, Minggu (15/2/2026). Kegiatan tersebut dilakukan bersama perwakilan keluarga RM Djojodipuro sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Prosesi nyadran berlangsung khidmat dengan doa bersama dan tabur bunga. Tradisi ini menjadi agenda rutin menjelang Ramadan yang sarat dengan nilai spiritual dan historis. RM Djojodipuro sendiri dikenal dalam sejarah sebagai Patih Djapan, salah satu tokoh penting di wilayah Mojokerto pada masanya. Ia juga tercatat sebagai kakek buyut Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Ning Ita menegaskan bahwa tradisi nyadran bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum refleksi untuk mengenal sejarah dan meneladani perjuangan para pendahulu.

“Nyadran ini bukan hanya tentang mendoakan leluhur, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sejarah. Kita diajak untuk mengenal siapa para tokoh yang berjasa dan mengambil nilai-nilai keteladanan dari perjalanan hidup mereka,” ujar Ning Ita.

Ia menambahkan, menjelang bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan hati, memperkuat spiritualitas, sekaligus mempererat rasa kebangsaan. Menurutnya, pengenalan terhadap tokoh-tokoh sejarah lokal penting dilakukan, terutama kepada generasi muda, agar tidak tercerabut dari akar budayanya.

“Generasi muda harus mengenal sejarah daerahnya. Dari situlah karakter dan jati diri bangsa dibangun. Tradisi seperti nyadran ini adalah salah satu cara merawat ingatan kolektif kita,” lanjutnya.

Ning Ita berharap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur dapat terus hidup dan menjadi inspirasi dalam pembangunan Kota Mojokerto ke depan.

“Kita ingin keteladanan para pendahulu menjadi energi positif dalam mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, namun tetap berkarakter dan berakar pada nilai-nilai budaya,” pungkasnya. (sya/gni)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com