Jelang Idulfitri, TKP2MO Kota Blitar Temukan Produk Kedaluwarsa

TKP2MO Kota Blitar melakukan sidak terhadap produk makanan dan minuman di sejumlah toko modern. (blok-a.com/Fajar)
TKP2MO Kota Blitar melakukan sidak terhadap produk makanan dan minuman di sejumlah toko modern. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, Tim Koordinasi Pengawasan Pembinaan Makanan dan Obat (TKP2MO) Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap produk makanan dan minuman di sejumlah toko modern.

Sidak yang berlangsung pada Jumat (21/3/2025) ini bertujuan untuk memastikan kualitas pangan aman bagi masyarakat, terutama di tengah maraknya promo Lebaran.

Tim TKP2MO menyasar beberapa lokasi, termasuk swalayan di Jalan Ahmad Yani dan depo swalayan di kawasan Pasar Legi.

Hasil inspeksi didapatkan berbagai temuan yang mengkhawatirkan, seperti produk kedaluwarsa, kemasan rusak, dan penyimpanan yang tidak sesuai standar.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, Endang Purwono menegaskan, bahwa sidak ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan rutin.

“Kami mendapati banyak barang kedaluwarsa dan kemasan yang rusak. Ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan masyarakat,” kata Endang Purwono.

Endang menambahkan, bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan pada swalayan, tetapi juga mencakup depo, tempat grosir, dan lokasi produksi yang dapat dijangkau oleh tim.

“Pengawasan ini sebenarnya rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali, namun menjelang Idul Fitri, intensitasnya kami tingkatkan,” imbuhnya.

Sementara Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Blitar, Dadik Wahyudi menyoroti pentingnya peran konsumen dalam pengawasan makanan dan minuman.

“Prinsipnya, konsumen harus lebih teliti sebelum membeli. Jika suatu produk terbukti kedaluwarsa, sebaiknya jangan dibeli,” kata Dadik Wahyudi.

YLKI juga merekomendasikan agar sidak seperti ini diperbanyak di luar momen besar seperti Lebaran.

“Pengawasan yang lebih intensif sepanjang tahun akan membantu mencegah produk-produk tak layak jual beredar di pasaran,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan konsumen, diharapkan keamanan pangan di Kota Blitar semakin terjaga, terutama menjelang Idulfitri yang dikenal dengan peningkatan konsumsi masyarakat.

“Sidak ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha untuk lebih bertanggung jawab atas keamanan pangan yang mereka jual,” pungkasnya. (jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com