Kota Malang, blok-a.com – Rencana pengoperasian bus Trans Jatim di wilayah Kota Malang terus dimatangkan. Namun, hingga kini jalur pasti yang akan dilalui masih dalam tahap pembahasan teknis antara Pemkot Malang dan sejumlah pihak, termasuk Paguyuban Angkutan Kota (Angkot).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi agar pengoperasian Trans Jatim berjalan tanpa konflik dan tetap melibatkan angkot eksisting.
“Trans Jatim masih kita lakukan pembicaraan secara teknis terus menerus. Jalurnya memang belum fix, tetapi prinsipnya kami dari kota terus berkomunikasi bersama Paguyuban Angkutan Kota,” kata Widjaja, Senin (21/7/2025).
Jaya, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dukungan dari pelaku transportasi lokal sejauh ini cukup positif. Tidak ada penolakan terhadap rencana masuknya Trans Jatim, hanya saja para pelaku angkutan menunggu kepastian teknis di lapangan.
“Mereka tidak ada keberatan, hanya masih membutuhkan kepastian teknisnya bagaimana,” tambahnya.
Dilansir dari berbagai sumber, Trans Jatim direncanakan mulai beroperasi di wilayah Malang Raya, yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, pada Oktober 2025. Sebanyak 15 armada bus disiapkan untuk melayani rute tersebut.
Ada dua konsep jalur yang sedang dikaji. Konsep pertama melewati jalur tengah kota, dimulai dari Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Blimbing dan melintasi pusat Kota Malang. Konsep kedua melewati jalur pinggir kota, mulai dari Karanglo ke Jalan Raden Intan, Arjosari, Jalan S. Temenggung, Jalan Sulfat, hingga Jalan Ki Ageng Gribig di Kedungkandang, masuk ke Terminal Hamid Rusdi, lalu lanjut ke wilayah Kabupaten Malang.
“Di awal memang konsepnya adalah bus besar. Tapi kami memberi masukan jika ada kesulitan di Kota Malang adalah kapasitas jalan. Kapasitas jalan tidak mungkin menggunakan bus besar, jadi kami usulkan untuk menggunakan bus mikro,” jelas Jaya beberapa waktu lalu. (yog/bob)









