KOTA BATU – Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) domestik yang berada di RT 4 RW 14 Dusun Macari Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu Kota Batu diresmikan Rabu (3/3).Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL & KLHK) Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH) RI, MR Karliansyah pun mengapresiasi.
Bahkan menurut Karliansyah, proses pengolahannya IPAL lengkap mulai dari pengolahan fisika, kimia hingga biologi. Pengerjaan pembangunan IPAL pun dilakukan oleh warga secara gotong-royong.
Direktur Pengendalian Pencemaran Air, Ditjen Kementerian LHK, Luckmi Purwandari mengatakan untuk anggaran pembuatan IPAL di Dusun Macari sendiri sebanyak Rp 394.425 juta. Pengerjaan selesai pada November 2020 yang sejak saat itu langsung dimanfaatkan oleh warga.
“Langsung difungsikan setelah selesai dikerjakan. IPAL disini menggunakan teknologi penyaringan dulu jadi air limbah dari rumah disaring. Dan prosesnya dilakukan di bawah jalan karena keterbatasan lahan. Disini kan daerah padat penduduk,” ungkap Luckmi usai menghadiri peresmian IPAL.
Luckmi menjelaskan dalam IPAL juga terjadi pengendapan dan proses biologi. Dimana saat prosses biologi ini melalui anaerobik dengan mencampur bakteri sehingga air yang tadinya keruh menjadi bersih.
“Setidaknya sudah memenuhi persyaratan pengelolaan air limbah dan tidak sejernih air buat minum. Bisa dimanfaatkan warga juga namun bukan untuk dikonsumsi,” urainya.
IPAL yang dibangun di Dusun Matcari dapat menampung hingga 60 KK. Namun saat ini masih ada 55 KK yang terakomodir.
Sedangkan untuk cara kerjanya limbah ini akan langsung dialirkan ke IPAL. Baik limbah dapur, mandi dan kakus. Kemudian di IPAL akan mengalami proses netralisasi melalui tahapan fisika, kimia dan biologi.
“Itu bisa menampung limbah 24 meter kubik per hari. Tetapi kapasitas terpasangnya sebenarnya untuk 60 kk. Jadi masih bisa dioptimalkan lagi. Kalau sudah optimal IPAL-nya, nanti bisa ditambah 5 KK,” ungkapnya.
Pihaknya juga akan semaksimal mungkin merealisasikan tiga proyek pembangunan IPAL yang belum selesai dikota Batu. Nantinya ketiga proyek tersebut akan ditempatkan di Kelurahan Sisir, Temas dan Ngaglik dengan anggaran antara Rp 500-600 juta.







Balas
Lihat komentar