KOTA BATU – Aneka macam benda pusaka dipamerkan dalam gelar dan Bursa Tosan Aji Nusantara di Lobby Utama, Balaikota Among Tani, Sabtu (17/10). Dari sekian banyak benda pusaka, Keris Sengkelat Sultan Agung menjadi benda pusaka teristimewa lantaran berasal dari abad ke-15.
Pameran benda pusaka ini merupakan salah satu kegiatan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batu ke-19. Beragam benda pusaka dipamerkan dari Sangga Braja.
Ada sebanyak 19 buah keris dan 19 buah tombak yang dipamerkan. Tentunya benda pusaka yang dipamerkan memiliki keistimewaan masing-masing.
“Sesuai dengan usia Kota Batu 19 tahun, kami pamerkan 19 benda pusaka yang memiliki keistimewaan seperti berasal dari era kerajaan Singhasari abad ke-18 sampai era Kerajaan Majapahit,” kata Ketua Pelaksana Gelar dan Bursa Tosan Aji Nusantara, R T Sudarno Hadipuro.
Selain pameran, juga ada bursa jual beli benda pusaka yang pesertanya bukan hanya dari Malang Raya, tetapi juga dari luar daerah. Seperti dari Solo, Lumajang, Blitar, Madura, Jember, Semarang, Pasuruan, dan sebagainya.
Menurutnya, digelarnya kegiatan ini untuk melestarikan budaya nusantara yang telah diakui oleh UNESCO. Kemudian untuk mengajak masyarakat agar ikut melestarikan budaya milik sendiri.
“Supaya ada generasi selanjutnya yang melestarikan benda pusaka ini. Sehingga dengan kegiatan ini juga sebagai sarana edukasi bagi para pelajar juga,” imbuhnya.
Tentunya, gelar dan bursa ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19. Juga dengan membatasi peserta bursa.










Balas