Lembah ilustrasi (kumparan)
Lembah ilustrasi (kumparan)

Hilang Berhari-Hari, Kakek di Malang Ditemukan Tewas di Lembah

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Sempat dikabarkan keluar rumah tanpa berpamitan, seorang kakek di Malang ditemukan tewas terkapar di lembah Godangan, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Peristiwa nahas itu menimpa Ruselan, warga Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pria usia 95 tahun itu dikabarkan meninggalkan rumah sejak Rabu (31/4) silam.

Kapolsek Dau, Kompol Triwik Winarni menuturkan, kejadian itu bermula saat dirinya mendapat laporan ditemukannya mayat tanpa identitas di Lembah Godang, Duaun Krajan, Desa Kucur, Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

“Hari Minggu (4/06) kemarin ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB, selanjutnya dilaporkan ke Polsek sekitar 14.00 WIB,” tutur Triwik saat dikonfirmasi, Senin (5/06/2023).

Sebelumnya, anak dan keluarganya sempat mencari keberadaan korban serta menyebarkan berita kehilangan melalui media sosial. Namun, korban belum juga ditemukan hingga hari ke lima.

Dalam postingannya, dijelaskan korban terakhir ditemui mengenakan baju koko warna hijau dengan celana biru dongker serta mengenakan peci hitam.

Selanjutnya, salah satu saksi yang juga sebagai pelapor mendapatkan kabar dari salah satu relawan SAR. Bahwa korban yang selama ini dicari telah ditemukan dalam keadaan tewas di sebuah lembah Gondang.

“Korban ditemukan di Curah Gondangan, kemudian keluarga korban yang sempat mengabarkan hilang memastikan ke lokasi. Ternyata benar, korban tersebut yakni orang tua yakni Ruselan,” terang Triwik.

Dari pengakuan pihak keluarga, lanjut Triwik, korban dikabarkan sering meninggalkan rumah tanpa berpamitan.

“Dari pengakuan keluarga, korban memang sering pergi meninggalkan rumah tanpa pamit karena sudah pikun,” tambahnya.

Setelah dilakukan evakuasi, pihak medis melakukan pemeriksaan kakek yang ditemukan tewas di sebuah lembah di Kecamatan Dau Kabupaten Malang itu. Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda bekars kekerasan pada tubuh korban.

“Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan Autopsi dan menerima kejadian ini sebagai takdir,” pungkasnya.

(ptu/bob)