Harga Minyak Dunia Naik, DPUBM Malang Siapkan Strategi agar Target Perbaikan Jalan Tak Berkurang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma saat diwawancarai awak media (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma saat diwawancarai awak media (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang menyiapkan strategi untuk menjaga target penanganan jalan tetap berjalan di tengah kenaikan harga kebutuhan infrastruktur akibat eskalasi harga minyak dunia.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan seluruh pekerjaan penanganan infrastruktur jalan tetap dilaksanakan sesuai perencanaan. Hingga akhir Agustus 2026, realisasi pelaksanaan pekerjaan telah mencapai sekitar 50 persen.

Pria yang akrab disapa Oong itu menyebut pekerjaan tersebut mencakup pemeliharaan dan peningkatan jalan, pembangunan jembatan, perlengkapan jalan, serta berbagai kebutuhan pendukung infrastruktur lainnya.

“Tetapi ini kan kondisinya sedang ada penundaan, ada eskalasi harga minyak dunia. Kalau sampai akhir Agustus kemarin, insyaallah kami sudah sampai 50 persen pelaksanaan perbaikan jalan baik itu mencakup pemeliharaan, peningkatan, maupun pembuatan jembatan soal fasilitasi jalan,” kata Oong, Kamis (17/9/2026).

Oong menambahkan, kenaikan harga minyak dunia turut memengaruhi stabilitas harga material dan kebutuhan pekerjaan jalan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DPUBM melakukan peninjauan harga secara berkala sebelum pekerjaan dieksekusi.

Oong menjelaskan, harga satuan dalam perencanaan awal terus diperbarui dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia. Pembaruan tersebut dilakukan setiap pekan agar tidak terjadi selisih harga yang menghambat pelaksanaan pekerjaan.

“Kami sudah antisipasi itu. Di perencanaan kami yang awal, yang belum ada kenaikan harga. Sehingga begitu terjadi eskalasi harga minyak dunia, kami langsung antisipasi dengan merevisi harga satuan berdasarkan harga minyak dunia yang kami update selalu per minggu,” jelasnya.

Setelah proses peninjauan harga dan penetapan harga satuan selesai, DPUBM akan langsung melanjutkan proses kontrak hingga pelaksanaan pekerjaan fisik.

“Nanti begitu kami update terhadap harga satuan itu, otomatis kami langsung berkontrak. Setelah berkontrak, sudah langsung dieksekusi untuk pekerjaan fisiknya. Sehingga tidak ada gap antara harga satuan lama dengan yang baru,” beber Oong.

Meski kenaikan harga berpotensi memengaruhi panjang jalan yang dapat ditangani, DPUBM Kabupaten Malang menyiapkan pemeliharaan rutin sebagai langkah antisipasi. Skema ini digunakan untuk menutup kekurangan panjang pekerjaan apabila anggaran yang tersedia tidak lagi mampu mencakup target awal.

Oong memberikan gambaran, anggaran Rp1 miliar yang sebelumnya dapat digunakan untuk memperbaiki satu kilometer jalan, kini mungkin hanya mampu mencakup sekitar 900 meter akibat kenaikan harga.

“Pemeliharaan rutin itu, misalnya dulu dengan harga Rp1 miliar kami bisa dapat 1 kilometer. Ternyata dengan harga sekarang mungkin kami (hanya) bisa dapat 900 meter. Sisanya 100 meter itu kami bisa tutupi dengan pemeliharaan jalan rutin. Misalnya dengan campuran aspal panas,” ujarnya.

Ia menegaskan, strategi tersebut dilakukan agar target panjang jalan yang telah ditetapkan dalam program kerja awal tahun tetap dapat dipertahankan.

“Intinya, panjang jalan jangan sampai targetnya berkurang. Sehingga kalau belanja modalnya nggak cukup, maka kami tutup dengan pemeliharaan rutin melalui belanja rutin,” pungkas Oong. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.