Harga Kebutuhan Pokok di Kota Batu Masih Tinggi, Operasi Pasar Tidak Efektif

Ilustrasi bahan pokok di Pasar Kota Batu.(blok-a.com/doi)
Ilustrasi bahan pokok di Pasar Kota Batu.(blok-a.com/doi)

Kota Batu, blok-a.com – Menjelang puasa Ramadan 1444 H, harga kebutuhan pokok di Pasar Relokasi Kota Batu mulai merangkak naik, meski telah dilakukan operasi pasar untuk menekan inflasi.

Operasi pasar murah, sejatinya digerakkan Diskoperindag Kota Batu untuk menekan inflasi. Namun justru harga semakin naik.

Wakil Ketua DPRD Kota Batu Nurochman menegaskan operasi pakat seharusnta dilakukan evaluasi. Pelaksanaannya juga harus diperbanyak.

“Jika sebelumnya satu pekan satu kali bergilir dari setiap desa ke desa. Mungkin bisa diperbanyak menjadi satu pekan tiga kali,” ungkap dia.

Selain itu, lanjut Nurochman, program pasar murah tidak diorientasikan untuk mencari keuntungan. Sebab masyarakat yang berangkat ke pasar murah, berharap harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah.

“Harga wajib murah dibanding harha pasar, tentunya dengan kwalitas barang yang sama dengan pasar,” tegasnya.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Kota Batu, Agus Sujito menyatakan, jika kenaikan harga cabai rawit merah dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya disebabkan cuaca ekstrem sehingga banyak petani gagal panen.

“Naiknya harga cabai dimungkinkan karena cuaca ekstrem belakang ini. Karena cuaca ekstrem membuat hasil panen cabai petani menurun. Selain itu banyak pohon cabai di serang hama,” tutur Agus, Kamis (16/3/2023).

Perlu diketahui, harga cabai rawit merah awalnya Rp25 ribu per kilogram. Kemudian setelah dihempas cuaca ekstrem dan jelang Ramadan harga berangsur naik hingga tembus Rp72 ribu per kilogram.

“Selain cabai rawit merah, cabai kriting dan cabai merah besar juga ikut naik. Tapi kenaikannya tak setinggi cabai rawit merah,” ujarnya.

Ditambahkan Agus, sekira dua pekan lalu, harga cabai keriting per kilogram masih diangka Rp 36 ribu. Sedangkan saat ini sudah tembus Rp 38 ribu per kilogram.

“Harga cabai merah besar mulanya Rp 33 ribu per kilogram sedangkan saat ini Rp 34.500 per kilogram,” katanya.

Salah satu pedagang bawang, Wiwik Ispandi menyampaikan, harga bawang merah dan putih turun sekitar 25 persen.

Harga bawang merah sebelumnya Rp36 ribu per kilogram saat ini tinggal Rp31.175 per kilogram.

Sedangkan harga bawang putih saat ini naik jadi Rp 28 ribu per kilogram, yang sebelumnya Rp 26.500 per kilogram.

Sementara itu, salah satu pedagang ayam potong, Tini menyampaikan, semula harga ayam potong di Kota Batu Rp30 ribu per kilogram sedangkan saat ini naik jadi Rp 32 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk harga ayam kampung saat ini tembus Rp 59.750 per kilogram.

“Kenaikan harga daging ayam dimungkinkan karena meningkatnya daya beli masyarakat. Khususnya umat muslim dalam menyambut puasa Ramadan,” ujarnya.

Pihaknya memprediksi, kenaikan harga bahan pokok seperti cabai, daging dan kebutuhan pokok lainnya akan berlangsung hingga Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Terlebih untuk harga daging ayam. (doi/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?