Berani Hadang Geng Motor, Penjual Martabak di Bandung Dapat Uang Tunai dari Gubernur Jabar

Dedi Mulyadi (kiri) saat berbincang dengan Agus Nugraha (kanan) di kantor Gubernur Jawa Barat (foto: Kang Dedi Mulyadi Channel/youtube)
Dedi Mulyadi (kiri) saat berbincang dengan Agus Nugraha (kanan) di kantor Gubernur Jawa Barat (foto: Kang Dedi Mulyadi Channel/youtube)

Blok-a.com – Keberanian seorang penjual martabak menghadapi serangan geng motor di Bandung menuai apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pemuda bernama Agus Nugraha (24) asal Panumbangan, Ciamis, itu menerima hadiah uang tunai Rp 6,5 juta untuk modal usaha dan Rp 1,5 juta untuk ibunya di kampung halaman.

Kejadian yang membuat nama Agus viral terjadi pada 29 November 2024 sekitar pukul 00.57 WIB di Jalan Inhoftank, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Rekaman CCTV dari lokasi menunjukkan sekelompok geng motor yang diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang datang menepi ke lapak martabak sambil mengacungkan senjata tajam seperti celurit. Suara knalpot yang bising terdengar jelas memasuki area lapak.

Melihat situasi yang mengancam, Agus yang saat itu mengenakan seragam kerja langsung mengambil sebilah samurai yang disimpan di bawah rak. Dibantu rekannya, ia mengacungkan samurai tersebut sambil berteriak ke arah para anggota geng motor untuk mengusir mereka. Kelompok geng motor itu akhirnya memilih kabur.

“Hampir dua kali menghadapi geng motor di situ. Yang pertama bulan kemarin, cuma lewat di jalan. Yang kemarin sampai masuk,” kata Agus saat diundang berbincang di kanal YouTube Dedi Mulyadi, seperti dilansir Tribun Jabar, Rabu (3/12/2024).

Agus menjelaskan, geng motor tersebut tidak meminta uang ataupun martabak, melainkan hanya datang sambil membawa senjata tajam. Merasa terancam, ia pun secara spontan mengambil samurai yang diberikan pihak keamanan karena sebelumnya pernah terjadi serangan serupa.

“Saya spontan, Pak. Saya juga takut, sama. Saya juga mundur sedikit,” ujarnya.

Agus mengaku baru sekitar enam bulan bekerja di tempat tersebut dengan gaji Rp 2,3 juta per bulan. Ia bekerja dari pukul 15.00 hingga 03.00 WIB. Meski pendapatannya terbatas, Agus tetap rutin mengirim Rp 800 ribu setiap bulan kepada ibunya di kampung halaman.

Dedi Mulyadi, yang mengunggah ulang video kejadian tersebut melalui akun Instagram pribadinya pada 3 Desember 2024 dalam dua unggahan, menyebut Agus sebagai “Tukang martabak terkeren se-Jawa Barat.”

Gubernur asal Purwakarta itu memberikan apresiasi atas keberanian pemuda perantau tersebut. “Padahal nyabut samurai karena takut?” ujar Dedi sambil tetap mengapresiasi langkah Agus yang berhasil menghalau puluhan anggota geng motor.

Demi memberikan rasa aman, Dedi mengatakan telah berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk menindak tegas aktivitas geng motor di Bandung. “Saya sudah sampaikan ke Kapolda, Bandung harus zero geng motor,” ucapnya kepada Agus yang berharap tidak ada lagi kejadian serupa.

Dalam unggahan Instagram berikutnya, Dedi menuliskan bahwa ia menyiapkan hadiah bagi siapa saja yang berani melawan aksi kriminal geng motor, seperti halnya keberanian Agus. “Ada hadiah untuk yang berani lawan geng motor,” tulisnya. (mg1/gni)

Penulis: Rosa Dwi Eliyah (Mahasiswa Magang UTM Bangkalan)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com