MALANG – Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Indonesia digandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang jadi pembicara dalam penyuluhan, ke kader posyandu Selasa (6/10). GAIN yang merupakan non goverment organization (NGO) dari Genewa, Swiss bekerjadama dengan Bidang Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes. Untuk mengajar tentang penerapan metode komunikasi perubahan perilaku bagi ibu hamil dan ibu balita lewat Emotional Demontrasi (Emo Demo).
Digelar di Hotel Ijen Suites Kota Malang, Dinkes mengajak kader posyandu dari 57 Kelurahan untuk naik level dengan belajar bersama. Untuk mematuhi protokol kesehatan, acara dibagi ke dua lokasi ruangan.
“Kita buat acara ini untuk meningkatkan pengetahuan kader, terutama dalam melakukan penyuluhan di lapangan. Dengan kegiatan ini mereka akan diajarkan membangkitkan emosi di masyarakat, khususnya ibu balita, ibu hamil untuk melaksanakan apa yang disuruhkan ke mereka,” ujar Dyah Setyati SKm Kasi PPM (Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat) Dinkes Kota Malang, Selasa (6/10).
Diharap nantinya kader posyandu bisa mengaplikasikan emo demo ke Taman Posyandu di masing-masing kelurahan setelah mendapatkan materi ini. Tidak hanya sehari, kegiatan penyuluhan juga akan terus berlanjut lewat webinar di Zoom.
Wiwik Sulistyorini selaku Training Coordinator dari GAIN menjelaskan dengan detail modul-modul Emo Demo. “Edukasi emo demo bisa pakai bahasa saja, pakai bahasa yang sesuai dengan lingkungan boleh, asalkan masuk,” jelas Wiwik.
Selama edukasi modul, juga disertai dengan yel-yel pemberi semangat. Diketahui, Emo Demo sendiri adalah salah satu metode edukasi masyarakat melalui pendekatan baru yang mengacu pada teori Behavior Centered Design (BCD). Teori BCD berprinsip bahwa perilaku hanya dapat berubah sebagai respon atas sesuatu yang baru, menantang, mengejutkan atau menarik.
Sementara itu, Kader Posyandu Kelurahan Tunjungsekar, Dia Retnawati mengaku senang dengan ilmu baru yang ia dapatkan. “Saya harap dengan ilmu baru ini semoga bisa lebih membantu masyarakat dalam hal edukasi dan sosialisasi,” ujarnya.
Suasana menarik saat para peserta juga terlihat terlibat aktif dalam demontrasi emo demo. “Saya rasa modul ini sangat bagus dan mudah dimengerti. Ilmunya bermanfaat seperti jadwal makan bayi dan anak, serta porsi makan bayi dan anak,” tandasnya.
Ya, memang dibutuhkan kerjasama berbagai pihak dalam promosi kesehatan di masyarakat Indonesia yang beragam. Makannya, Emo Demo dinilai Dinkes Kora Malang jadi salah satu strategi baru itu. Hal ini demi mengugah emosi ibu atau pengasuh untuk melakukan perubahan perilaku dan dibawakan dengan cara yang interaktif yang mendorong orang mengevaluasi kembali perilaku sebelumnya.
Di akhir, Dinkes berharap kader mampu melaksanakan metode Emo Demo. Goal utamanya tentu untuk percepatan penurunan angka stunting hingga menurunkan angka gizi buruk di masyarakat.










Balas
Lihat komentar